NasionalismeSepakbola

6juni..
hari ini.. di tambaksari (gelora sepuluh november) indonesia melawan saudara tiri qt yang kurang ajar, malaysia.. memalukan mungkin, indonesia masih sulit untuk mengalahkan mereka..
kecewalah pasti, dah membayar mahal kelas ekonomi, dengan kursi duduk permanen dari semen, serta parfum bau pesing di setiap sudut stadion.. ternyata lagi2 melihat pertandinagn yang tidak memuaskan..
ada satu hal mungkin saat melihat langsung di stadion yang mengasyikkan,..:
seperti biasa, sebelum pertandingan dimulai, Lagu Indonesia raya dikumandangkan, serta merta seluruh penghuni stadion, para penonton yang pastinya dari Indonesia semuanya tidak perduli dari Surabaya sebagai Bonek, deltamania, dari Gresik dengan ultrasnya, persikmania, maupun aremania, smuanya tumplek blek disini, berdiri bersama-sama, dengan lantang menyanyikan bersama-sama Lagu nasional qt yang diciptakan oleh W.R.Soepratman yang dikumandangkan untuk pertama kalinya saat Kongres Pemuda ke-II th 1928. hmm..Alangkah Indahnya Bersatu, sebuah spanduk bertuliskan nada asmara kerinduan yang menyengat hati qt, trenyuh bila melihat, mendengar dan merasakan bila perkelahian dan peperangan sesama saudara sendiri.
Di sini, ya di sini, di stadion pesing ini, kita semua mempunyai satu tujuan. Indonesia pasti Menang..yo..ayo..Indonesia..kamu pasti menang..
Jadi inget waktu nonton di senayan, piala asia kemaren, bagaimana hati ini tidak tergugah dan rasanya pengen berteriak lantang ‘maju..serang..hidup ato mati..’ sambil membawa bambu runcing melawan penjajah..seluruh stadion gelora bung karno yang dibanggakan oleh bangsa Indonesia, penuh sesak berjejel warna merah dan putih, para suporter timnas, rakyat Indonesia..saat kumandang Lagu kebanggaan qt, semuanya dengan khidmat ikut mengumandangkannya, menggema ke seluruh stadion, bahkan teriakan suporter Liverpool saat mengalahkan Milan di final champion dengan adu pinalti di stadion Atatürk Olimpiyat Stadyumu, İstanbul tahun 2005 lalu, kalah jauuuh. Tergugah rasanya hati ini..ditambah dengan teriakan suporter dengan kreatifitasnya, membuat game yang dimainkan oleh para pejuang di lapangan pun terkikis, walopun tetap kalah.
Saat pertandingan berjalan, mungkin hanya asap rokok dan suara peluit dari oknum suporter yang mengganggu di babak pertama yang sedikit mengusik keasyikan menonton penonton (lihat permainan yang memprihatinkan, lebih enak lihat bonek mania dengan aksinya, yang unik saat istirahat babak pertama berjalan, seorang korlap bonek yang sedari babak pertama memimpin dirijen yel-yel suporter dari bonek mania, tiba2 dia masuk ke tengah lapangan dan melakukan ‘ritual’ dengan memberi hormat sambil menundukkan badan ke empat penjuru stadion, setelah itu si’dukun korlap suporter yang nyentrik ini’ pergi nyelonong saja dengan membawa pergi roknya yang dia pake dan rambut gimbal yang dikelabangnya, mungkin ini sudah jadi tradisinya jadi para polisi diem saja ataupun para suporter yang laen tidak ada yang perduli, ato mungkin dia tidak dianggap berbahaya, karena biasanya di pertandingan internasional oleh FIFA, bila ada seorang suporter masuk ke stadion, akan ada sesi kejar-kejaran kayak di film2, tapi bedanya di sana sambil telanjang, sedangkan tadi si’dukun korlap suporter yang nyentrik’ cuman mengenakan baju Indonesia warna merah dan rok ala skotlandia warna hijau gelap.
Kembali lagi ke senayan yang mengharukan.. selain mengharukan melihat suporter dan melihat permainan timnas yang ciamik walopun resultnya tetep saja kalah.. kejadian yang mengharukan, mengecewakan dan membuat q tidak bersemangat lagi adalah saat HP N5300q yang butut, rusak LCDnya pecah terbakar karena tekanan dari celana jeansq yang terkena tekanan suporter laen saat mau masuk ke stadion.. satu kata FUCK!
Kembali ke hari ini, dengan gangguang peluit2 wasit di sepanjang babak pertama yang ditiup dengan seenaknya oleh oknum, dan asap pembunuh paru2 yang menghembus dengan seenaknay di hidungq, serta pantatq yang karatan gara2 tempat duduk semen yang atosnya bukan maen, disertai bumbu2 penyedap bahasa suroboyoan yang gak akan lulus sensor di sepanjang pertandingan, beserta wewangian bau pesing yang harum semerbak mewangi di seantero stadion, para pejuang timnas Indonesia yang melawan Malaysia pun tetap tidak berkutik.. Hanya dikalahkan si’botak’ bernomor 9. Playmaker Malaysia ini seakan mengobrak-abrik barisan pertahanan Indonesia yang tampil tidak terlalu buruk. Sedangkan serangan Indonesia yang monoton selalu membentur tembok kokoh barisan belakang Malaysia. Diselingi ‘pohon2 keramat di dalam stadion’ (baru kali ini melihat stadion dengan pohon2ny yang berdiri kokoh di dalam, apakah tu termasuk pohon2 keramat? ato mank sengaja di tanam disitu sebagai maskot stadion tersebut? ato untuk tempat berteduh para suporter kelas ekonomi yang hanya mampu membayar 15ribu (kayak qt2 ini) ato malah yang gratisan) saat hembusan angin terasa agak kencang, pohon2 itu meranggas menebar daun2 kering berwarna coklat, jadi inget sakuranya di Jepang atau pohon2 dengan daun orange di Korea saat musim gugur (eng:fall.Red) yang meranggas. Pertandingan seakan sepi peminat, walopun sesekali harus aksi berdiri dan duduk, karena orang di depanq pasti akan berdiri bila pemain Indonesia melakukan penetrasi dekat ke jantung pertahanan lawan.
Sejenak berpikir, kenapa tidak ada yang mengumandangkanyel-yel ‘Ganyang MalingSia’, ternyata…..
Yang menjengkelkan adalah kenapa selalu waktu menggelar pertandingan adalah melewati waktu ibadah bagi umat islam, apakah ini propaganda, sebuah rencana besar,
dengan waktu seperti itu membuat qt bisa membuat blunder

Published in: on 6 June 2008 at 6:02 pm Leave a Comment
Tags: ,

The URI to TrackBack this entry is: http://merdekanensis.wordpress.com/2008/06/06/nasionalismesepakbola/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Comment