
hmm..buku ketiga dari tetralogi ini, tapi q baca pualing pertama..he3
Buku hadiah uLtahq dari BungaSedapMalaq (BSMq)..walopun mberikannya telat..okeLah..
awaL q mbacanya, terkejut juga, ada keasikan tersendiri.. tutur katanya, gaya bahasanya, aliran alurnya, cerdas!
Cerita arai dan ikaL.. anak kampung pedalaman belitong yang bisa sekolah sampai ke prancis, harusnya itu bisa menjadi penyemangat kita yang notabene masih bisa dibilang ‘mampu’ bersekolah hingga gelar S.Kom disematkan dibelakang nama kita.
Gimana ya klo backpaker di Indonesia, seni patung..he3 ampek hari raya juga gak kan ada yang ngasih koin adanya ya dikejar satpam2 (bahasa kerennya menurut mereka ’security’) mal-mal di Surabaya.. ato myb ja digelandang oleh satpol PP, dan akan dilepas bila ada ‘perjanjian damai’ (“..tawar menawar harga pas tancap gas..” tu kata bang Iwan Fals)..
Sempat tersenyum juga waktu bab terakhir buku ini (bisa disebut novel ato apaan ya..), dimana tiba-tiba bisa sampai ke edensor, atau ketemu ma seseorang yang menjadi inspirasinya dalam memilih nama, bisa juga ya dikaitkan,.. ‘Tuhan memang punya jalan yang misterius’, right?