RSS

Monthly Archives: August 2008

Nasionalisme VS PersaudaraanSemesta

Mungkin dunia ini memang dipenuhi dengan orang-orang jahat dan gila, dimana orang-orang ini bisa jadi sangat membahayakan manusia sekitarnya. Namun yang jelas, ada jenis orang-orang jahat dan gila tertentu yang lebih berbahaya ketimbang jenis biasa. Orang-orang ini memang tidak kelihatan jahat atau gila sama sekali di hadapan manusia, sehingga bahaya mereka menjadi samar bahkan tidak tampak sama sekali. Tidak hanya terbatas pada manusia sekitarnya saja, melainkan juga melebar pada komunitas lain yang berjauhan jarak. Mereka inilah anak-anak Adam yang paling membahayakan bagi anak Adam lainnya. Merekalah orang-orang gila yang lihai.
Orang-orang gila yang bebas berkeliaran ini sering mengelabui umat. Di mata masyarakat mereka adalah figur-figur yang terhormat. Mereka diberi kepercayaan dan amanat mengendalikan urusan rakyat. Merekalah yang membawa umat manusia pada kehancuran dan kebinasaan.
Sosok-sosok inilah yang biasa kita sebut ‘pemimpin’ dan ‘pejabat’. Kupikir tidak ada komunitas manusia dimanapun yang lepas dari cengkraman kekuasaan orang-orang gila ini. Mereka biasanya akan saling sikut dan menjatuhkan, hanya untuk mencapai apa yang mereka sebut ‘kekuasaan’. Mereka selalu membangun konflik-konflik baru demi menyenangkan ambisi atau memenuhi kegilaan segelintir oknum yang menginginkan keruwetan-keruwetan demi kepentingan sendiri, namun dengan dibungkus kedok-kedok kasih sayang dan alasan-alasan palsu. Di tingkat bawah, rakyat yang mereka pimpin pun akhirnya bersitegang dan beradu fisik, akhirnya meletuslah konflik antar massa. Dan di sini, yang menjadi korban rakyat yang tidak berdosa, seolah mereka adalah kayu bakar di atas tungku pembakaran yang harus selalu menyala dan membara. Di sana-sini, orang-orang gila ini harus bersedekap laksana badut, menyaksikan pembantaian umat manusia. Mereka ayik menonton rakyat yang saling membunuh satu sama lain. Jika tontonan mereka mulai agak lesu, mereka pun akan berteriak memberi semangat dan menghasut, “Kamu akan celaka bila musuhmu tidak kau celakai”, orang-orang gila ini menipu rakyat dengan cara yang sangat halus, hingga tak seorang pun sampai sekarang ini mampu membuka kedok penipuan, kecurangan dan makar mereka. Mereka mengkampanyekan apa yang mereka sebut-sebut dan dewakan sebagai ‘nasionalisme’, sebuah paham kebangsaan yang berkiblat pada kebanggan semu suku sendiri, sehingga melahirkan sikap mau menang sendiri dan selalu turut campur dalam urusan suku atau kelompok lain. Nasionalisme merupakan bencana terkeji bagi umat manusia dalam pertumpahan darah dan peperangan yang maha biadab. Nasionalisme dalam pemahaman sempit ini merupakan bentuk ke-aku-an kelompok yang mehalalkan kekejaman dan kesadisan. Dimana, satu kelompok mengklaim diri mereka lebih baik dibanding kelompok lain. Mereka harus menjadi yang pertama dan terdepan dalam soal-soal hidup, kemakmuran keduniaan dan kemajuan harta benda. Mereka tidak mempedulikan apakah umat lain bisa mencicipinya atau bahkan jika perlu tidak mengenyamnya sama sekali.
Ya, ke-aku-an terjadi ketika seseorang selalu ingin berkata, “aku duluan”. Dan nasionalisme disini adalah jika suatu kelompok ngotot mengatakan, “Kami duluan”. Inilah bibit dari segala konflik dan pertumpahan darah. Karena setiap kelompok berambisi untuk mencicipi lebih banyak kue kemakmuran duniawi. Maka, yang kuat pun mencaplok yang lemah, dan yang kuat inipun akan saling jotos dengan yang kuat pula. Terjadi benturan kepentingan, lalu lahirlah perpecahan dan peperangan.
Itulah Nasionalisme, yang sering dipuja manusia sebagai sistem terbaik yang harus mereka pilih dan terapkan dalam kehidupan. Namun, jika manusia sadar, pasti akan tahu, tidak ada yang membawa umat manusia kepada bencana kehancuran yang lebih buruk daripada nasionalisme sempit ini. Andaikata mau membuka mata hati, manusia akan tersadar, mereka sebenarnya mampu menggapai tingkat kesempurnaan hidup yang lebih tinggi jika saja mampu mencabut dari dirinya apa yang dinamakan sebagai ‘nasionalisme’ ini. Lalu sebagai gantinya, mereka bisa menanamkan semangat ‘persaudaraan semesta’ yang mendudukkan dunia sebagai satu tanah air, serta menganggap anak Adam lain sebagai layaknya anak Adam, apapun ras dan bangsanya. Dengan ideologi ini dan hanya dengan inilah, dunia akan terbebas dari kejahatan dan kebiadaban perang.
Tapi, apa kamu pikir orang-orang gila yang memimpin bangsa-bangsa di dunia ini akan begitu saja menerima dan melapangkan jalan bagi pengembangan semangat persaudaraan semesta ini? Bagaimana nasib jabatan dan kedudukan mereka sebagai pemimpin?

Sumber : “Izrail” by “Yusuf As Siba’i”

Izrail_2

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 26 August 2008 in Mushaf-mushaf Dunia

 

Tags: ,

Ujian lagi.. Ujian Lagii..

Semester delapan, hmm…tak terasa kan sudah ada di semester ini, ternyata sudah hampir 4 tahun di kampus perjuangan ini. Masih inget gimana harus bangun super pagi buat nyari nasi bungkus warna coklat dengan lauk berukuran segitiga, masih inget sulit bangun buat masuk kelas TPB, masih inget gimana siang dan malem bersauna ria dengan bayang-bayang SK-Rektor, masih inget jalan-jalan ke Jakarta (hmm…Jakarta lagii, memorable!!!).

Di awali di semester tujuh, dimana ikrar dan komitmen dikumandangkan di TC105 sebagai tanda DSS brotherhood didirikan. Dengan semangat bagaikan perjuang yang tersudut dalam perang (yang artinya dalam teori the art of warnya sun-tzu berarti ‘mati berjuang sampai titik darah terakhir’) akan rela bersedia mencurahkan pikiran dan tenaga untuk menyelesaikan dalam waktu 3 bulan. Masih inget dengan harus membagi kasta menjadi 3 periode (kasta layaknya dalam kehidupan sosial di India) untuk mendapatkan bimbingan rohani dari Sang Phenomenon dozen.

Dan waktu dalam seminggu yang di berikan untuk mencoba, memahami serta membuat risalah ‘bayesian’, dilaksanakan dengan segenap tenaga walaupun makan dan tidur diselimuti perasaan tak tentu arah.

Awal yang tidak membahagiakan pun terjadi. Sebuah pra-ujian awal di semester delapan. Di sebuah hari pada saat liburan semester tujuh yang tercinta ini dimulai, hari dimana gerombolan Narsiis menuju kota Megapolitan yang kejam, Jakarta, Ibukota negara kita cintai melebihi jiwa dan raga kita ini. Lelah, penat menggelayuti disertai dengan rasa mual yang menghantui dan rasa pusing yang membuat kepala ini terasa berat. AntoBodi ini yang kurang kompak, perjalanan jauh ini yang membosankan, bau badan ini yang seharian belum mandi, kesendirian ini di bangku kendaraan beroda 6 ini dengan melayangkan pandang sejauh-jauhnya di cakrawala melalui kaca samping membuat badan ini terasa tidak kuat lagi menahan desakan-desakan yang sedari tadi terus mencoba tuk menyeruak keluar. Akhirnya titel gak enak badan dan sakit pun didapatkan selama perjalanan panjang ini. Tidur adalah solusi, seperti bahasa keramat kaum dukun modern lulusan Fakultas kedokteran Umum, ‘banyak istirahat’, yup bener ku lakukan itu. Tak terasa masa dormansi yang ku lakukan dalam detik-detik perjalanan ini akan membuahkan sebuah kejutan padaku. Sebuah kejutan yang juga pernah ku alami saat ku ke Jakarta tempoh doeloe dalam misi perdamaian SI-ITS dan BI pusat dalam rangka mencari satu sks.

Nokia 5300

Tahukah kawan dengan N5300, hape warna merah, slider, mini dan trendy ini sudah menemaniku sejak semester yang lalu. Dimana segala sms dari BSMq, sms dari temen2q, segala telepon dari kolega dan rekan bisnis, serta catatan-catatan kehidupan dengan setianya ada dan berada di HP ini. Kalopun bosen dan gak bisa tidur dalam perjalanan panjang melelahkan nan membosankan ini, MP3 dengan suara-suara serak dari kaum benua biru yang kebanyakan gak da yang ngerti bahasanya pun dengan lantang dan tak henti-hentinya tanpa lelah sedikitpun (yach..kecuali bila baterainya lagi drop!) berteriak dalam telingaku.

Ingat dengan masa dormansiku tadi, dalam perjalanan ini, hmm…

Dimana rasa pusingku yang masih menyerang dengan ganasnya. Ternyata masih ditambah juga dengan rasa pusing disertai kesal, marah, kecewa dan sedih karena kejutan-kejutan yang ku terima dengan tanpa permisi (Tidak Sopan!). HPq kawan, HP N5300 yang keren serta sangat kusayangi, terkulai lemas, memandangku dengan matanya yang sembab, dengan LCDnya yang terbakar, hitam legam tanpa dapat menampilkan screen menawannya. Huh…andai ku bisa kembali ke waktu itu.

Tapi kesedihan ini tidak terlalu terasa menggetarkan hati, selain karena ini adalah kejadian kedua kalinya, di Jakarta pula, dengan HP yang sama dan dengan diagnosa sakit yang sama pula, pun juga karena ku masih bisa berhubungan jarak jauh dengan BSMq melalui jalur lain yang digawangi oleh N70q yang terhebat.

Ingin tahu kejadian yang pertama kalinya kawan…

Dimulai dimana kontingen SI-ITS sebanyak 6 orang mendapatkan misi perdamaian tuk menimba ilmu ke BI pusat di Jakarta tentunya. Dimana misi ini juga digunakan untuk misi pribadi aji mumpung (jangan heran sekarang kenapa pejabat suka menyelewengkan ‘dinas keluar kota’nya yang agung menjadi sebuah bentuk piknik batin pribadinya), mumpung di Jakarta, kita teguk aroma bau modernitas, aroma bau materialistis, dan aroma bau kota Megapolitan yang menawarkan ‘segalanya’. Penyakit itupun juga menjangkiti kita, kelompok Bunga Matahari dalam misi satu sksnya di Jakarta.

Sebuah Ajang empat tahunan dari seluruh negara Asia ikut andil bagian dalam perhelatan akbar ini. Dan sekarang waktunya Indonesia tuk mendapatkan kehormatan menyelenggarakannya di Bumi Pertiwi yang melahirkan anak-anak pejuang yang dengan gigih berani melawan kolonial hanya dengan bambu runcing. Begitupun kami, dengan 4 orang perwakilan dari tim bunga matahari, mewakili tuk ikut andil bagian menyuarakan Indonesia Raya dengan lantang bersama ribuan rakyat Indonesia, memadapati sebuah arena perjuangan anak-anak merah putih, dengan hanya bermodal 15 ribu plus kenekatan mengikuti budaya ‘antri’ bangsa Indonesia yang melegenda, uyel2lan gak karuan!. Suasana sungguh haru, saat Indonesia Raya dikumandangkan, merinding rasanya mendengar seluruh perwakilan rakyat Indonesia dalam aneka macam ‘baju’ yang disandangnya melantunkan Lagu negeri ini yang diciptakan 80 tahun yang lalu melalui sebuah forum sederhana muda-mudi bangsa jamrud khatulistiwa ini. Berdiri serempak, dengan tangan memegang dada bagian kiri, menandakan bahwa nyanyian ini, senandung ini keluar dari lubuk sanubari yang paling dalam. Semangat tiada henti, teriakan kobaran kata-kata penyemangat dari seantero arena dilontarkan layaknya lahir bung tomo-bung tomo baru tuk menyemangati perjuangan tim merah-putih di atas lapangan hijau. Tak luput juga kami, selama satu setengah jam, tanpa lelah, tak berkedip sedikitpun, dengan jantung berdetak kencang, andrenalin mengalir dengan deras membagi-bagikannya ke seluruh urat syaraf
tubuh ini, sesekali tanpa sadar teriakan histeris, kekecewaan, ataupun nada marah terlontar dari bibir mungil kami. Tak terasa hampir 90 menit menuju tambahan waktu akan dimulai, dimana hasil seri yang diharapkan akan tercapai. Tiba2… menit2 menggetarkan bagi tim merah-putih (menggetarkan pula bagi ku khususnya) pun terjadi juga, sebuah sundulan manis nan indah serta berteknik tinggi (ni sudut pandang dari tim hijau dari timur tengah tentunya, tapi bagi suporter gibol maniak militan bonek dsb, pasti satu kata, ‘memuakkan’). Dan begitu juga dengan aku, saya, gue, me. Saat momen-momen terindah, menggetarkan hati saubari, menggerakkan tubuh ini tuk berdiri dan mulut ini tuk berteriak memberikan semangat tanpa lelah. Tanganku yang hitam kasar ini merogoh saku jeansku, tuk mengabadikan momen yang dalam hidup ini belum pernah kudapati. Anda tahu kawan apa yang akan ku gunakan, hmm… harusnya anda tahu, N5300q yang keren. Dan anda tahu apa yang ku lihat sesaat (beberapa detik tepatnya) sebelum sundulan maut mengKOkan teriakan-teriakan pendukung kesebelasan merah-putih melawan Arab Saudi ini. N5300q yang keren, tidak lagi menyombongkan kemolekan casingnya, tidak lagi berkedip menggoda, sekarang dia tergolek lemah di telapak tanganq dan menampilkan hawa negatif menyeruak keluar menyerang hidungku, pemandangan yang menyedihkan bahkan akan membuat anda tidak bisa tidur dalam seminggu pun tersaji secara gratis di depan mata sayuq (tanpa tetesan air mata, hanya kemarahan, kekecewaan dan penyesalan saja!). LCDq dengan semena-menanya terbakar, menampilkan noda hitam seperti habis ada kebocoran pipa minyak mentah di dalamnya. Yup bener, N5300q rusak berat, LCDnya kepencet2, dan bocor pulalah ion-ion kimiawi yang hidup dan tinggal beranak pinak didalam LCD HPq ini. Kekecawaan dan Penyesalan pastilah hinggap di sanubariq yg paling dalam, tak terkira, tak dinanya2, hal ini bisa terjadi. Dan pada akhirnya hal yang paling memuakkan adalah JARAK. Kenapa bisa begitu?, Ingat kawan HP ini adalah alat komunikasi umat manusia dengan umat manusia lain di tempat dan waktu yang berbeda seakan dekat dan sama. Dan pada akhirnya jarak JKT-SBY menjadi semakin jauh dengan adanya ‘pesakitan’ HPq ini. Komunikasiq dengan BSM pun jadi tidak lancar, terputus dan gak karuan. Pun juga ucapan Selamat MILAD tidak bisa q ucapkan kepadanya sebagai orang yang pualing pertama kali di dunia yang ngucapin kepadanya.

to be continued..

 
Leave a comment

Posted by on 22 August 2008 in PropagandaPersuasif

 

Tags: