RSS

Monthly Archives: September 2008

Surat Dari Konstantinopel

Awalnya adalah di Yerusalem, sebuah wilayah tempat turunnya para nabi, lalu berkumpul di Perancis, dan setelah ditumpas oleh Phillipe le bel (Phillipe IV, Raja Perancis) dan Paus Clement V, mereka (Knights Templar atau Freemasonry) menyebar di Eropa dengan dua wilayah yang dijadikan basis : Skotlandia yang kemudian bersatu dengan Kerajaan Inggris dan satunya lagi masih bergerak di Perancis. Dalam persembunyiannya di Skotlandia, para Mason berhasil diterima oleh kalangan istana. Sedangkan di Perancis, penerus templar ini membangun komunitas merdeka di selatan, di daerah Pyrennes yang sunyi. Di daerah Provence, Perancis, para Mason diduga kuat menjadikan daerah ini sebagai pusat kegiatan Kabbalisme yang paling terkemuka di Eropa. Jika di daerah-daerah lain tradisi Kabbalah hanya diturunkan secara lisan, maka di Provence, tradisi Kabbalah dibukukan dan dijadikan pegangan para Kabbalis.

Penumpasan templar di Perancis menyebabkan orang-orang Katolik Perancis membenci Komunitas Yahudi yang tinggal disana. Mereka bergerak sendiri-sendiri atau diorganisir dari Gereja dan juga Kerajaan menyerang orang-orang Yahudi Perancis. Banyak ancaman maupun surat kaleng yang menyatakan bahwa Sinagog kaum Yahudi akan diserang atau dibakar. Orang-orang Yahudi tersebut juga mendapatkan tekanan untuk meninggalkan keyakinan mereka dan dibaptis menjadi seorang Kristen yang taat sebagai bentuk penghapusan dosa-dosa mereka. Akibatnya banyak keluarga Yahudi Perancis yang meninggalkan rumah mereka untuk mencari tempat tinggal dan lingkungan yang relatif lebih aman.

Suasana yang mencekam ini membuat Rabi Shamur yang tinggal di kota Arles, Prancis, menulis surat kepada Pemimpin Tertinggi Kaum Yahudi di Konstantinopel. Dalam suratnya, Rabi Shamur meminta nasehat dan masukan berkenaan dengan situasi dan kondisi yang dialami komunitas Yahudi di Prancis yang terus-menerus ditindas Gereja dan Kerajaan. Shamur memaparkan bagaimana orang-orang Kristen Perancis yang tinggal di Arles, Aix, dan Marseilles mengancam sinagog-sinagog mereka. Surat dari Rabi Shamur dalam waktu yang tidak terlalu lama akhirnya dijawab oleh Pemimpi Tertinggi Yahudi Konstantinopel pada tanggal 24 Jui 1489. Sebuah surat jawaban yang kalimat per kalimatnya menjadi begitu terkenal karena dengan lugas mencerminkan strategi kaum Yahudi menundukkan Gereja dan juga dunia.

“Saudara-sadara, dengan rasa sedih pengaduan kalian kami pelajari. Derita nasib buruk yang kalian alami membuat kami ikut bersedih. Kalian mengadukan, bahwa Raja Prancis telah memaksa kalian memeluk agama Nasrani. Tetapi harus dingat, bahwa ajaran Musa harus tetap kalian pegang erat-erat dalam hati sanubari. Umat Kristen memerintahkan supaya kalian menyerahkan harta benda kalian. Laksanakanlah!. Selanjutnya didiklah putera-puteri kalian menjadi pedagang dan pengusaha yang tangguh, agar pelan-pelan bisa merebut kembali harta benda itu dari tangan mereka.

Kalian juga melaporkan, bahwa mereka mengancam keselamatan hidup kalian. Maka binalah putera-puteri kalian menjadi dokter, agar bisa membunuh orang-orang Kristen secara rahasia. Mereka menghancurkan tempat peribadatan kalian. Maka, didiklah putera-puteri kalian untuk menjadi pendeta, agar bisa menghancurkan gereja mereka dari dalam. Mereka menindas dengan melanggar hak dan nilai kemanusiaan. Maka didiklah putera-puteri kalian sebagai agen-agen propaganda dan penulis, agar bisa menyelusup ke berbagai jajaran pemerinahan. Dengan demikian, kalian akan bisa menundukkan orang Kristen dengan cengkeraman kuku-kuku kekuasaan internasional yang kalian kendalikan dari balik layar. Ini berarti pelampiasan dendam kesumat kalian terhadap mereka.”

(Sumber : William G. Car; Yahudi Menggenggam Dunia)

Setelah menerima surat itu, maka Rabi Shamur diam-diam melakukan sosialisasi ‘perintah Rabi Tertinggi Konstantinopel’ tersebut dan setelah itu banyak orang-orang Yahudi yang bersedia dibaptis dan memeluk agama Kristen. Mereka juga memasuki gereja dan bahkan beberapa tahun kemudian menjadi gembala sidang dari sejumlah gereja di Prancis. Kaum Yahudi, dan dengan sendirinya para Freemason, akhirnya memiliki ‘agama resmi’ atau ‘agama legal’ mereka yakni Kristen Katolik. Abad itu, siapa pun yang ingin bebas bergerak, ingin aman dalam hidupnya, tentunya di Eropa, maka ia haruslah menjadi seorang pengikut Gereja Katolik Roma. Maka, dengan alasan-alasan strategis demi mencapai tujuannya yang disembunyikan rapat-rapat, mereka kini mengenakan baju Gereja dan larut dalam komune masyarakat Eropa abad pertengahan yang dipenuhi histeria pergolakan dan keimanan.

Di dasar permukaan bumi yang paling dalam, sebuah keyakinan abadi tetap terpelihara. Dan mereka sangat yakin, suatu waktu keyakinan abadi ini akan muncul di permukaan dan meremukkan segala macam baju yang dikenakannya. Itulah masa dimana mereka merasa sudah sedemikian kuat, semua musuhnya sudah dilumpuhkan dan ditaklukkan. Suatu masa di mana segala kerahasiaan akan mereka singkap dan mereka akan tunjukkan pada dunia siapa diri mereka sebenarnya. Suatu hari yang pasti terjadi.

Judeo Christian atau Zionis Kristen

Secara hakikat, istilah ini mengacu pada keyakinan dan sikap keagamaan umat Kristen Amerika (dan juga Kristen Eropa serta sebagian besar dunia) yang memandang bahwa zionisme merupakan hal yang harus didukung secara penuh, tanpa syarat. Harus didukung walau kaum Zionis-Israel membunuhi dan membantai anak-anak tak berdosa. Sebaliknya, mereka akan merasa berdosa apabila tidak mendukung atau mengecam Zionis-Israel, seakan berdosa kepada Tuhannya.

Ayat-ayat Injil dalam kitab Genesis (Kejadian) Injil Perjanjian Lama King James version yang dijadikan dalil utama kelompok Zionis-Kristen di dalam sikapnya membela Israel tanpa syarat adalah :

“Dan Aku menjadikan engkau suatu bangsa besar, dan Aku akan memberkati engkau, dan menjadikan nama engkau besar; dan terbekatilah engkau” (Gen 12:2)

“Dan Aku akan memberkati mereka yang memberkati engkau, dan mengutuk mereka yang mengutuk engkau; dan dalam diri engkaulah semua keluarga dari dunia akan diberkati” (Gen 12:3)

Padahal di dalam sejarah penulisan Injil, kita sudah mengetahui bahwa di tahun 325 M dalam Konsili Nicea, ratusan versi Injil yang tidak sejalan dengan Kaisar Konstantin sudah dimusnahkan, dan ia hanya memilih 4 versi Injil yang sejalan dengan pandangannya dan dipakai hingga sekarang ini.

Salah satu tokoh Zionis-Kristen Amerika adalah Pendeta Franklin Graham dari The Southern Baptist Church. Ia merupakan putera keempat Pendeta Billy Graham. Franklim Graham pernah mengatakan, “Tuhan orang Islam itu berbeda dengan Tuhan kita. Tuhan orang Islam bukan Tuhan Bapa. Tuhan orang Kristen adalah Bapak dari Jesus Kristus. Tuhan mereka bukan Anak-Tuhan seperti iman Kristen atau Judeo-Christian. Dia Tuhan yang lain sama sekali, dan saya percaya Islam adalah agama yang jahat dan busuk. …Qur’an mengajarkan kekerasan, dan ekstrimisme Islam merupakan ancaman terbesar yang dapat disepakati siapa saja” (The Washington Post; Graham Speak Out; 9 Agustus 2002).

Pandangan Graham mewakili pandangan berjuta kaum Zionis-Krsiten yang terus melancarkan propaganda sesatnya tentang Islam hingga kini.

Padahal, jika saja mereka mau meluangkan waktu sedikit membuka lembar demi lembar kitab suci Zionis-Yahudi, Talmud, dan mencari ayat-ayat bagaimana sebenarnya sikap kaum Zionis-Yahudi terhadap Yesus dan Kekristenan, maka pasti orang-orang Kristen akan berbalik arah dan memusuhi kaum Zionis-Yahudi. Kata Talmud mengenai Yesus :

“Pada malam kematiannya, Yesus digantung dan 40hari sebelumnya diumumkan bahwa Yesus akan dirajam (dilempari batu) hingga mati karena ia telah melakukan sihir dan telah membujuk orang untuk melakukan kemusyrikan (pemujaan terhadap berhala)…Dia adalah seorang pemikat, dan oleh karena itu janganlah kalian mengasihaninya atau pun memaafkan kelakuannya” (Sanhedrin 43a)

“Yesus ada dalam neraka, direbus dalam kotoran (tinja) panas” (Gittin 57a)

“Ummat Kristiani (yang disebut ‘minnim’) dan siapa pun yang menolak Talmud akan dimasukkan ke dalam neraka dan akan dihukum di sana bersama seluruh keturunannya” (Rosh Hashanah 17a)

“Barangsiapa yang membaca Perjanjian Baru tidak akan mendapatkan bagian ‘hari kemudian’ (akhirat), dan Yahudi harus menghancurkan kitab suci ummat Kristiani yaitu Perjanjian Baru” (Shabbath 116a)

Inilah ungkapan hati Talmud yang sesungguhnya tentang Yesus dan umat Kristen. Siapa pun yang mengaku sebagai seorang Kristen, setelah mengetahui ayat-ayat pelecehan dari Talmud kepada Yesus dan agamanya, tetapi masih saja mendukung Zionis-Yahudi, masih saja membantu Israel, masih saja setuju dengan sikap G.W.Bush yang tanpa reserve terus memback-up Zionis-Israel, maka ia sebenarnya telah ikut-ikutan melecehkan agamanya sendiri. Luangkan waktu anda untuk membaca Talmud.

Sumber : “Knights Templar Knights of Christ” “Rizki Ridyasmara”

Knights Templar Knights of Christ

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 29 September 2008 in Mushaf-mushaf Dunia

 

Tags: , , , , , ,

IBLIS SUKSES MASUK SURGA LAGI

Adam Dideportasi

“Maka syetan menggelincirkan mereka berdua dari sorga, mengeluarkan mereka dari keadaan semula. Dan kami berfirman : ‘Turunlah kamu, sebagian kamu menjadi musuh yang lain, dan bagi kamu tempat menetap di Bumi dan kesenangan sampai waktu tertentu” (Al-Baqarah:36)

Kesuksesan Iblis

Begitu kecewa Iblis setelah diusir dari sorga karena ia membangkang tidak mau bersujud kepada Adam. Melihat kemesraan Adam dan Hawwa’ bersenang-senang di taman sorga, ia cemburu dengan menyimpan seribu dendam. Sebagai makhluk super cerdas, Iblis memeras otak berliannya mencari akal, bagaimana agar Adam juga diusir dari sorga. Di sinilah, para pembaca budiman, meski Al-Qur’an tidak menjelaskan tehnik syetan membujuk Adam secara detail, tetapi berbagai riwayat memblow-up kisah kejatuhan Adam ini dengan berbagai versi. Ikutilah kisah di bawah ini :
Wahb Ibn Munabbin mengisahkan, di sekitar taman sorga itu banyak sekali hewan-hewan dengan berbagai ragam bentuk dan rupa yang indah-indah. Tetapi, dari sekian binatang itu, hanya ular naga yang paling indah, wibawa, unik, dan sangat khas tanpa tara. Karena itu, hanya ular ini saja yang boleh keluar masuk sorga mengingat kecakepan dan kecakapannya. Adampun tertarik dan menjadikannya sebagai hewan kesayangan sekaligus kepercayaannya. Iblis yang cerdik itu melihat kebebasan si ular naga itu sebagai peluang emas untuk bisa masuk ke dalam sorga, dan selanjutnya bisa beraksi menggoda Adam dan Hawwa’.
Betul, Iblis itu bernegosiasi dengan si ular dengan kata-kata memikat, “Hai sobat, kau sungguh indah dan paling baik hati, sehingga Adam jatuh hati padamu. Aku telah lama rindu melihat taman sorga, maka ijinkan aku masuk ke perutmu sejenak saja. Bawalah aku masuk ke taman sorga, biar aku bisa melihat meski dari dalam perut. Dengan begitu, aku sudah cukup puas dan rindupun terobati. Ayolah, buka mulutmu, wahai Naga yang mulia”, rayu Iblis. Naga merasa kasihan, maka perlahan membuka mulutnya lebar-lebar. Iblis segera masuk dengan hati sangat riang.
Begitu sampai di dalam, Iblis dengan kekuatannya yang super, memaksa keluar dan berhasil. Ular naga itu hanya bengong dan tidak berdaya. Lama ia tercengang. Ia membayangkan akibat kecerobohannya menyelundupkan turis gelap dalam sorga tanpa izin.
Sementara Iblis segera mengambil posisi disamping pohon terlarang sambil menunggu saat yang tepat membujuk dua sejoli itu. Adam dan Hawwa’ tentu saja terkejut melihat Iblis berada dalam sorga lagi, “Hai Iblis bagaimana kamu bisa masuk kemari”, katanya heran. Iblis hanya senyum-senyum saja dan berkata, “Sudahlah, itu tidak penting. Saya datang dengan membawa berita yang sangat penting bagi kalian”, kata Iblis, “Ketahuilah”, lanjutnya, “bahwa pohon ini namanya pohon khuldi (pohon kekekalan), artinya bila kalian makan buah ini, kalian bakal menjadi sepasang malaikat dan akan hidup kekal selamanya dalam sorga yang penuh kenikmatan ini. Tetapi, hidup kekal seperti itu jelas menyaingi Tuhan dan pasti saja Tuhan sangat tidak menghendaki hal itu terjadi pada diri kalian. Makanya, Tuhan melarang keras kalian memakan buahnya. Hai Adam dan Hawwa’, aku bersumpah di hadapan kalian, demi keagungan Tuhan, aku ini berkata benar dan serius memberi nasehat pada kalian”.
Mendengar kata-kata Iblis pasangan suami-istri itu biasa-biasa saja. Mereka tak terpengaruh. Tapi Iblis tak menyerah. Iblis lalu membujuk salah satunya dan diawali dari Hawwa’ lebih dahulu. “Hai hawwa’, lihatlah pohon ini betapa aneh, indah dan menawannya warna pohon ini. Lihatlah buahnya yang sangat tampil beda dibanding semua buah yang ada dalam sorga ini. Dari penampilannya, terbayanglah kelezatannya”, kata Iblis. Ia terus melancarkan rayuan secara gencar dan lembut terhadap hawwa’, hawwa’ tergiur dan memetik buahnya. Kemudian, dalam perasaan bimbang antara ingin dan khawatir ia menelan buah itu. Lalu bagaimana dengan Adam?

Kenapa Wanita Haid, Ular tak Berkaki?

Sukses membujuk Hawwa’, Iblis segera mendekati Adam. Ia melancarkan rayuan tiada henti. Namun Adam tak terpengaruh. Adam baru goyah ketika Hawwa’ mendekati sambil memamerkan buah khuldi, buah terlarang itu, sambari ditelan-telan. Dengan gayanya yang manja Hawwa’ berkata, “…makanlah sayang. Nih, saya telah makan dan rasanya enak sekali, lagian tidak terjadi apa-apa koq”. Adam tampaknya tak tahan juga mendengar bujuk rayu kekasihnya. Ia akhirnya memakan buah itu.
Tapi Subhanallah! Segera setelah Adam mencicipi buah itu, semua baju yang mereka sandang lepas secara misterius. Pakaian itu lepas tanpa dimengerti sebabnya dan kemana raibnya. Keduanya telanjang bulat tanpa selembar daun pun. Tak pelak, mereka malu dan malu di hadapan Tuhan. Saking malunya, Adam kemudian bersembunyi dan masuk dalam lubang pohon itu.
Dalam persembunyiannya itu, Tuhan hadir dan memanggil, “Keluarlah kamu hai Adam!”. Adam menjawab, “Saya sungguh malu menghadap kebesaranMu, Ya Tuhan”.
Tuhan memang murka dan mengusir mereka keluar dari sorga. Mereka di buang di bumi. “Turunlah kalian ke bumi, dimana bumi itu asal kalian dicipta”, kata Allah.
Allah juga murka kepada ular yang membawa Iblis masuk ke sorga. Kaki-kakinya ditarik masuk ke perut, sehingga kini ular tak berkaki lagi dan berjalan dengan perutnya. Antara Adam dan ular diciptakan naluri permusuhan. Adam pun memukul kepala ular itu karena jengkel. Akibatnya kini manusia umumnya punya perasaan tidak suka terhadap ular, dan bila mereka membunuhnya, dengan cara memukul kepalanya.
Dalam peristiwa itu, pohon khuldi pun mengadu kepada Tuham. Pohon itu menunjukkan dirinya telah berdarah akibat petikan Hawwa’ secara paksa. Maka Allah pun berkata kepada Hawwa’, “Hai Hawwa’, sebagai mana kau sakiti pohonKu hingga ia berdarah, maka kau akan berdarah”. Jadilah para wanita haid setiap bulan, mengandung dan melahirkan secara paksa dan otomatis (al-qurthubi:I/312-313).

Adam Jatuh di India, Hawwa’ di Jeddah

Setela Adam dan Hawwa’ gagal menepis rayuan Iblis dan mereka makan buah khuldi, maka Allah mengusir mereka. Adam dan Hawwa’ diturunkan ke bumi.

Lokasi Kejatuhan

Al-Hubuth dalam bahasa Arab berarokasikan pendaratan, yaitu perpindahan dari tempat yang lebih tinggi ketempat yang lebih rendah. Dengan demikian konotasinya fisis sekali. Dlamir jami’ (waw), menunjuk pihak bahwa yang diperintahkan turun itu banyak, lebih dari satu atau tiga sosok ke atas. Dengan merujuk suratan kata ini, bahasan bergerak seputar kejatuhan mereka.
Ibn Abbas mengemukakan, bahwa mereka yang terusir dari sorga dan turun ke bumi itu adalah : Adam, Hawwa’, Iblis dan Ular. Adam diturunkan di daerah Sarandib India, daerah perbukitan yang biasa disebut bukit budz. Tehnik pengusirannya Allah memanfaatkan jasa angin sorga yang bertiup kencang sekali sehingga menghempaskan Adam jatuh keperbukitan itu. Angin tersebut hingga menerpa dedaunan yang ada di sana, lembah dan sungai. Seketika lingkungan menjadi harum dan asri. Oleh karena terpaan angin sorga itu, kini lingkungan di sekitar bukit Budz cukup asri dibanding yang lain.
Sedang Hawwa’ diturunkan di Jeddah Arab Saudi, Iblis dilempar di daerah Ubullah, dan Ular dijatuhkan di Sijistan. Karena itu, Sijistan terkenal daerah yang banyak ularnya di dunia. Hasan al-Mas’udi bertutur, “Andaikan tidak ada ular piton yang suka melalap ular-ular yang lebih kecil, niscaya Sijistan menjadi negara kerajaan ular dan kosong tanpa berpenghuni manusia (al-jami’ I/319-320).

Bohong, Wanita dicipta dari tulang rusuk

Tentang Hawwa’ yang tergoda duluan, lalu merayu Adam sehingga Adam pun jatuh pada lembah maksiat. Kisah ini tidak ada, baik dalam Al-Qur’an maupun dalam Hadits Shahih. Al-Qur’an secara tegas menyatakan bahwa mereka berdua makan buah terlarang, tetapi tidak ada penjelasan, siapa yang makan duluan. Seandainya Hawwa’ yang duluan makan, tidak berarti Adam suci dan Hawwa’ sebagai orang yang mutlak dipersalahkan sendiri.
Sampai disini kita bertanya, mengapa cerita itu sampai terjadi dan masuk dalam penafsiran? Diduga, ini dipengaruhi oleh kisah-kisah kejatuhan manusia ke bumi dalam kisah Israiliyah, yaitu kisah bersumber dari para ahli kitab dari kalangan Yahudi dan Nasrani yang kaya dengan cerita aneh-aneh, utamanya masalah yang menyangkut ghaib atau metafisis.
Seperti cerita tentang Hawwa’ yang diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Cerita ini tidak ada dasarnya dalam Al-Qur’an dan Hadits. Cerita itu justru tertulis jelas dalam Kitab Perjanjian Lama (Injil). Disitu ada pernyataan, “Ketika Adam tidur lelap, maka diambil oleh Allah sebilah tulang rusuknya, lalu ditutupkannya pula tempat itu dengan daging. Maka dari pada tulang yang dikeluarkannya dari Adam itu, diperbuat Tuhan seorang perempuan” (Kejadian II : 21-22).

Jangan Gegabah bunuh Ular di rumah

Masalah efek fisis bagi kaum lelaki. Seperti, setelah Adam makan buah terlarang, yang katanya nyangkut di leher, semua orang laki-laki pasti ada kolomenjingnya. Atau tentang Hawwa’ yang waktu makan, dia yang paling banyak merasakannya sehingga dua gigitan nyangkut di bagian dada, lalu jadilah payudara seperti sekarang ini, atau seperti ia bermentruasi tiap bulan karena memetik paksa buah itu hingga tangkainya berdarah. Semua itu tidak ada dasar yang bersumberkan wahyu. Karena itu, dipercaya atau tidak, sama sekali tidak ada pengaruh terhadap keimanan hakiki kita.
Masalah ular yang menjadi perantara Iblis masuk sorga dan berhasil menjatuhkan Adam-Hawwa’ juga tak berdasar wahyu. Namun beberapa hadits menyatakan tentang anjuran Rasulullah membunuh ular. Menyikapi ini, ada dua pendapat. Pertama, sebagai kesalahan nenek moyang ular secara historis, yang dulunya membantu kejatuhan Adam-Hawwa’. Karena itu wajar kita sekarang memusuhi ular. Kedua, sikap hati-hati Rasulullah SAW yang memandang ular sebagai binatang yang berbahaya dan mematikan. Karena itu bunuh saja, sebelum ia membunuh kita. Dalam pembunuhan binatang, Rasul melarang kita sampai membakar. Karena cara-cara seperti itu adalah tehnik penyiksaan Tuhan di neraka. Sedang kini ada di dunia. Maka jangan menggunakan cara nerakanisasi. Karena ular itu binatang yang paling digemari jin, syetan dan sebangsanya, identik dengan si Iblis dulu bisa masuk ke dalam perut si Ular, maka jin sekarang juga bisa berbuat serupa. Khusus ular yang ada di dalam rumah tinggal, memang ada tuntutan menyikapinya. Imam Ibn Nafi’ dan Malik Ibn Anas termasuk ulama yang melarang sembarangan membunuh ular rumah. Karena itu, di rumah ada ular, maka jangan tergesa-gesa dibunuh. Perintahkan dulu dengan kata-kata agar ia pergi dan ulangi permohonan anda tiga kali, lalu tinggalkan ia barang sejenak (dalam riwayat Hadits, malah ditunggu selama tiga hari, al-jami’ I/315). Kalau dia memang jin yang sedang berubah bentuk menjadi ular, maka ia pasti pergi. Tetapi jika masih tetap disitu setelah diberi waktu cukup, maka ia berarti ular beneran dan boleh dibunuh.
Tentang kisah-kisah ghaib di atas. Banyak yang merujuk kepada ahli kitab. Meski Nabi Muhammad SAW tidak melarang merujuk kepada mereka, tapi juga tidak menganjurkan membenarkannya. Mereka tetap menjadi khazanah keilmuan yang sah digugat dan sah pula diterima. Sedangkan masalha validitas tetap dibawah level wahyu.

Sumber : “Tafsir Al-Qur’an Bahasa Koran”, “A. Musta’in Syafi’i”

Tafsir Al-Qur'an Bahasa Koran

 
13 Comments

Posted by on 25 September 2008 in Mushaf-mushaf Dunia

 

Tags: , , , ,