RSS

Monthly Archives: November 2008

4 Triks Dahsyat meraih sukses (he..he..serasa MLM)

Tip n triks wahai para pencari cinta, yg tentu saja jombloers (dan menghibur diri sendiri dng menyebut dirinya jojoba -jomblo2 bahagia-).
Apakah anda Gagal terus menggaet wanita idaman? Jengkel karena tak punya pacar juga? he..he..he..Baca dulu kiat-kiat di bawah ini wahai para laki-laki.

Sebelum mulai, ada baiknya Anda tahu dulu bahwa di mata cewek, hanya ada dua tipe cowok. Kelompok cowok-cowok pilihan dan kelompok cowok-cowok nggak oke. (inget kan LeLucon co ganteng dan co jelek, g tw?. gini examplenya : kalo cowok ganteng jomblo cewek-cewek bilang: pasti dia perfeksionis
kalo cowok jelek jomblo cewek-cewek bilang: sudah jelas…kagak laku… , yah kyk gt2lah.. mank rasis banget sih,,but that life dude, right..)

Sekarang, kamu pasti penasaran, apa sih kriteria cowok pilihan? Semua cowok yang masuk ke kelompok terpilih ini adalah mereka yang bisa membuat kaum cewek terbuai, terLena, terbiuskan, tergiLa2 dan apapun deh yg Loe mau. Puisi romantis dan surat pink? Cih (najiis) itu sih kuno bro.. Sekarang ini, yang bisa membuat cewek ngLirik hanya ada dua hal, isi dompet Loe dan mobil, he3, bercanda2 engggak2 (enggak saLah maksudnya), cuman seLingan tadi, tapi yang pasti adaLah dua haL ini.. penampilan dan kesuksesan. Kalau tidak bisa memiliki keduanya, setidaknya salah satu dari ‘kunci sukses’ itu mesti kamu punyai.

Banyak dari kita (anda-anda smua) yang udah punya ce, trus pasang tampang ‘sangar’, jalan petenteng2!, ce nya dibawa kemana2, dikenaLin ke smua tmennya, nuLis pengumuman di mading kLo dah punya ce (dan akan dibaptis teLah LuLus dari perkumpuLan JoJoBa), padahal beLum tentu mereka masuk daLam keLompok cowok oke (myb ja si ce kasihan Liet dy..he3 -daripada g laku, dah trima ja, gt mungkin kt si ce-). We can see, bagaimana cara si co niy ngLakuin ce nya. Pacaran tu bukan hanya cuman da tambahan tugas bagi kita coy (tugas : baca ngojek), ngantar sana-sini, hujan badai tak perduLi, dan teLat dikit ja dah cemberutnya membuat bunga-bunga di kayoon Layu dan penjuaLnya guLung tikar (saLah satu akibat mereka bangkrut seLain krisis finansial gLobaL ini kaLi yee). Yang paLing penting daLam ‘mbojo’ tu kan komunikasi, sharing, understanding and caring, yah gt2Lah. KaLau ternyata ketiga kriteria yang daLam bahasa inggris di atas ni g da, trus gmn brur?..he3..check this out..
KLo dibiLing ‘4 kriteria mudah menjadi cowok idaman wanita’, tu mah koq berLebihan ya,,tapi gak da salahnya dibaca duLu kaLi ya..
Kiat mudah bagi anda, knp disebut mudah, kLo disebut kiat suLit gak akan ada yg mau ngLakuin, bangsa Indonesia kan suka yang instan,, (Liet ja produk mie instan, tiap maLam qt ‘nginom2’ di wargres dengan menyantapny kan), dan tentu saja kiat ini btuh tindakan yang ikhLas dari hati sanubari anda untuk menjaLaninya..

1. Yang pertama kali harus disadari adalah, bukan cowok yang memilih siapa yang pantas jadi pacarnya, tapi cewek. Ingat pepatah, cwok menang miLih dan cwek menang noLak (padahaL kLo cewk noLak berarti dia sudah miLih kn, pa tu artny..?, betapa HEBATny wahai perempuan kedudukanmu dimata kaum adam). Nggak percaya? Yang biasanya nolak diajak pacaran itu, pasti pihak cewek. Iya, kan? Makanya, tak usah buang waktu, deh mengejar gadis-gadis yang tidak menginginkan Anda, bagaikan kecoa merindukan naik apollo 15 ke buLan ja. Lebih baik, pupuk terus hubungan baik dengan mereka yang jelas-jelas menyukai Anda. Dan mank yng Lbih baik tu ya, jaLin reLationship dengan sbanyaak2nya gadis2 cantik yg imut2..he3. Bukan berarti ni co hidung beLang yang nyari daun2 muda nan segar. Tapi kan kadang2 mank cinta itu dari mata turun ke hati, tuL gak.. Waktu pertama kaLi Lihat pa agamanya, pa periLakunya, pa IPKnya, gak kan.. tapiii ya itu wajah cantiknya, senyumnya, binar matanya, Lentik aLisnya, pokonya any kinds dari fisiknyaLah..baru kLo dah agak deket, nambah suara tawanya, caranya bercerita, komunikasi Lancar.. berlanjut ke jenjang sifatnya, kebaikan hatinya.. dan macem2Lah.. enjoyable pkoknya.. (hayoo yg beLum, irii ya..).

2. Benahi penampilan. Walaupun gak ganteng2 amat kayak saya ini, bukan berarti Anda tak bisa tampil menarik. Olah tubuh dong, agar badan bugar dan sehat. Renang, Fitness, body building, ikut joging tiap minggu (Lumayan kan biasanya juga bisa ‘cuci mata’ pagi hari), ikutan bike to work, uakeh rek dalane (jaLannya). Jangan cuman tura-turu tok ae, mangan turu gak tau metu neng kamar, ngLemokne awak ae (ingat perkembangan tu ke ats gak ke samping..he3 -jadi maLu ma diri sendiri niy-). Kalau kebetulan sedang berlibur di dekat laut, ke Bali misaLnya, y jangan cuman duduk2 di pinggir pantai dan dideketin nenek2 tua pemijat yg perjam 10ribuan itu.. Main selancar kek, atau diving, snorkeling, dan sebagainya (wuih makan biaya tu, thats okey yg ptg kan nanti finaL resuLtnya, main objectivenya kan dah kita definisikan, dapet ce!). Soalnya, cowok-cowok yang well groomed mudah menarik perhatian cewek. Ada ta? co mbawa buku kamus tebeL, kacamata min19, dasi kupu2, dan ceLana modeL ketat di atas dan comprang di bawahnya, trus kLo ngomong setiap kata ditambahin s (biar jamak kaLii), “seLamat pagixs.. pa kabars..”, dan dia membawa cewek super bahenoL, pemiLik bodi gitar spanyoLa. (kLo ada, anda harus berteriak ‘dunia tidak adiL’…he3…just kid). Yang pasti jaga kebersihan badan dan pakaian. Mandi rek, tu intinya, jangan sok pengen dibiLang pinter, sok pengen diLihat gak tidur semaLaman gara2 ngerjain finaL project yang mendekati deadLine, trus ujung2nya gak mandi, kuLiah dengan tampang kuceL, bau amis dan baju yang kebaLek. (duH!, ya ampyunn…). Pilih busana yang bisa membuat Anda tampil menarik. Yang penting, bukan merek dan harga, tapi bagaimana penampilan Anda dalam pakaian tersebut. Jangan maksain deh Loe, kLo mank baju tu gak cocok buat bodimu, jangan paksakan dipake, yg penting eye catchny brur, sedep dipandang intinya, dan kamu sendiri yang make juga nyaman2 ja, soft gituLah.

3. Sudah ditakdirkan, kaum cowok itu pencari nafkah. Nah yang ni mank dah dari sononya.. intinya LuLus dhisek rek.. (bukan berarti, ayo2 cepet LuLus, cepet kerja karena biaya pendidikan semakin mahaL, wah yang ni mah kerjaan kapitaLisme yang membuat mahasiswa Indonesia pragmatis dan kehiLangan sentuhan IdeaLismenya). Untuk bisa tampil sebagai cowok pilihan, Anda mesti mandiri dan aman secara finansial. BLajar rajin iya, tapi pergauLan juga oke punya.. Gak kuper2 amatLah, tapi juga gak sampek terLeba maen keLayanan tiap maLam trus Lupa sinau (bLajar).. Ikut kuLiah, ikut organisasi, ikut ekstrakurikuLer, ikut sana, ikut sini.. (vote to sok sibuk!). Dengan begitu ketrampiLan kita2 (softskill maupun hardskill -opo toh ki?-) menjadi mumpuni nan tak da bandingannya di dunia persiLatan. Makanya, kembangkan dulu keterampilan yang bisa membuat Anda mudah mencari uang. Uang memang bukan segalanya, tapi basic needs kita bisa dicukupi dengan uang. kLo dah kaya raya, bingung menghabiskan uang, poLigami pun juga monggo kerso kan, namanya juga ‘yang mampu untuk adiL’.

4. Yang terakhir dan yang paling penting, cowok pilihan adalah cowok yang bisa menghargai dan menghormati diri sendiri. StandarLah penjeLasannya, Sekarang gini, gimana si cewek mau menghormati pria itu kalau dia sendiri tidak bisa menghormati dirinya? iya to?
p.s. : hmm….sekadar mengisi waktu Luang sambiL tiduraaan,..

Advertisements
 
5 Comments

Posted by on 30 November 2008 in DewaDewiAmor

 

Tags: ,

Seminar Ekonomi Islam

SEMINAR EKONOMI ISLAM
15 Nopember 2008
di AULA Fadjar Notonegoro
FE Unair Surabaya
“Membangkitkan Perekonomian Islam Pasca Keruntuhan Ekonomi Kapitalis Dalam Perpekstif Islam”
oleh :
– M. Nafik H.R. (FE UNAIR)
– Revrisond Baswir (FE UGM)
– Dwi Condro Triyono (Univ Kebangsaan Malaysia)
– Prof. dari Malaysia (gak tahu namanya, maaf!)

M. Nafik H.R.
1. Sejarah Pemikiran Islam
Menurut teori Ekonomi Konvensional :
Dibagi menjadi dua bagian, praklasik dan klasik
PraKlasik terdapat dua pemikir ekonomi konvensional yaitu Plato (427-347 SM) dan Aristoteles (384-322 SM), dan kedua pada era klasik yaitu Thomas Mun (1571-1641) dan Bapak Ekonomi Konvensional, Adam Smith (1723-1790) dengan teorinya : Theory of Moral Sentimen thn 1759 yang berlawanan dengan The Wealth of Nation. Disini terjadi kemustahilan bisa disebut kebohongan sejarah, kemustahilan adalah adanya Masa kekosongan Pemikir Ekonomi Konvensional antara Aristoteles samapi Thomas Mun antara tahun 322 SM dan 1571, hingga 1 abad lebih tidak ada Pemikir Ekonomi Konvensional yang muncul. Masa klasik ini mulainya masa Kapitalisme, Sosialisme dan Liberalisme Pasar.
Menurut Sejarah Ekonomi Islam :
Dimulai tahun 610 M, Masa Muhammad diangkat menjadi Rasul. Dunia Arab dan sekitarnya sudah mengenal perdagangan, tukar-menukar dsb. Dimasa keemasan umat islam dengan Nabi Muhammad sebagai Rasulullah, terdapat mata uang yang diakui semua wilayah kekuasaan umat Islam.
Sejarah Ekonomi Islam ini dibagi menjadi 4 Fase : Fase 1, 738-1058 dengan para tokoh-tokohnya Abu Yusuf (798M), Al Kharaj. Abu Ubaid (838M), Al Amwaal, dll. Fase ke2 antara tahun 1111-1441 dengan para tokoh-tokohnya Al Ghazali (1111M), Ibnu Taimiyah (1328), Ibnu Khaldum (1404). Fase ke3 tahun 1762 dengan para tokohnya Jamaluddin Al Afghani. Fase 4 pada abad XX, di Melayu tahun 1940-an ditandai dengan berdirinya lembaga-lembaga ekonomi islam, bank-bank islam, dll. Di Indonesia berdiri BMI dll tahun 1992.
2. Dalil Siklus Bisnis Dalam Ekonomi Konvensional
Sumber : Samualeson & Nordhaus. 2004. Ilmu Makro Ekonomi. Jakarta. PT Media Global Edukasi. Hal:149.
Dimana untuk mendapatkan puncak kemakmuran (the great….) dengan adanya naik turun kondisi bisnis, dari puncak trus ada kontraksi, maka kondisi bisnis turun drastis, naik lagi sebagai ekspansi sampai puncak tinggi dan turun lagi disebabkan resesi dan akhirnya cita-cita luhur kaum kapitalis dengan puncak tertingginya tercapai. Koq bisa menganut paham yang seperti ini, paham yang menyatakan harus ‘rugi’ dulu untuk mencapai ‘puncak’ yang di idam-idamkan.
Sedangkan Dalil Siklus Bisnis Dalam Ekonomi Islam menurut beliau, yaitu kita semua menuju kebahagiaan abadi di akhirat, Siklus Bisnis ini sesuai dengan perjalanan hidup manusia yang di dunia hanya sementara, maka mengutip surat Al Maidah ayat 2, “…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran…” ini dijadikan sebagai dasar nilai ekonomi islam, dan juga dalam Surat ke-6, yaitu Al An’aam ayat 141, dengan memberi tanda tebal pada kata-kata, “…janganlah kamu berlebih-lebihan…”
Siklus Bisnis Dalam Ekonomi Islam
Ada daerah tinggi dan ada daerah rendah, dimana garis islam terdapat pada daerah rendah dan selalu dijaga agar tetap pada daerah tersebut dan tidak boleh sampai naik ke daerah tinggi.
SiklusEkonomiIslam
3.Syariat Ekonomi
Ekonomi Konvensional:
– Ilmu Ekonomi sebagai Moral dan Behaviour Science
– Negara tidak boleh ikut campur pada mekanisme pasar
– Uang sebagai alat tukar dan pengukur nilai
Fakta pengamalan
– Negara memang tidak ikut campur dalam menetapkan harga tetapi bank central menjadi penentu dan penetap harga dalam harga modal (price capital) yaitu penetapan tingkat bunga (BI rate/SBI)
– Tingkat bunga yang ditetapkan oleh bank central akan mempengaruhi harga barang dan jasa termasuk tingkat bunga tabungan dan kredit
– Besar nilai nominal rupiah dapat diketahui di awal atau bisa dibilang tidak dipengaruhi oleh kondisi ekonomi atau mekanisme pasar tetapi dipengaruhi oleh besar modal atau based of funds
– Bunga merupakan biaya dari input produksi maka merupakan inflatoir
– Uang menjadi komoditi (dengan menjadikan kurs uang sebagai alat mencari laba, menjadikan uang mendapatkan uang)
Ekonomi Islam:
– Ilmu Ekonomi sebagai Moral dan Behaviour Science
– Negara tidak boleh ikut campur dan diserakan pada mekanisme pasar selama pasar dalam kondisi normal tetapi negara harus ikut campur apabila dalam keadaan tidak normal
– Uang sebagai alat tukar dan pengukur nilai
Fakta Pengalaman
– Tingkat pengembalian dari tabungan dan pembiayaan menggunakan sistem bagi hasil dan bukan merupakan harga dari modal (bunga)
– Bank Central tidak bisa menetapkan nisbah maupun besar kecilnya bagi hasil
– Besar nominal rupiah di tentukan berdasarkan hasil yang diperoleh atau sesuai dengan kondisi ekonomi yang sebenarnya (mekanisme ekonomi dan pasar) atau based of income
– Pembayaran bagi hasil bukan merupakan biaya dari input produksi maka bukan merupakan inflatoir
– Uang tidak boleh dikomoditikan
Dampak pengingkaran dari syariat ekonomi ini adalah :
Bencana : moral maupun alam, Krisi keuangan dan ekonomi global, Fluktuasi nilai tukar tidak terkendalikan, Krisis sumber daya alam maupun manusia yang bermoral, kesenjangan ekonomi semakin lebar, kemiskinan dan pengangguran.
SOLUSI:
-Menggunakan nilai tukar tunggal global
-Mengguanakn satu mata uang tunggal yang diakui secara global
-Mentaati dan melaksanakan syariat ekonomi yang sebenarnya
-Menggunakan Ekonomi keumahan yaitu Ekonomi Islam
-Kithoh tujuan ekonomi adalah Falah
4. Era Globalisasi Kuno
Saat Masa Pra Islam dan sebelum Era Kapitalisme, Perdagangan Dunia Dunia lancar dan tidak terjadi fluktuasi nilai tukar uang : Karena Pada masa itu hanya berlaku satu mata uang yang diakui diseluruh pasar global yait dinar dan fulus. Uang pun tidak diperdagangkan tetapi hanya terjadi tukar-menukar uang antara jenis satu dengan jenis lainnya untuk keperluan perdagangan saja tidak untuk bertujuan uang menghasilkan uang.
5. Faktanya
Fakta perilaku manusia merupakan Homo Economicus, Economic man, Individualis, take and give (tidak mau rugi) dalam semua aktivitas ekonomi, (dalam konteks muslim) tidak mau ber-ZIS.

Prof dari Malaysia
-duh, gak jelas, pake campuran bahasa melayu dan bahasa Inggris (bahasa Indonesianya gak beres), kayaknya mengungkapkan bahasan yang standar2 aja, tapi di akhir cerita sepertinya beliau mengungkapkan point2 penting yang q lupa coz pake bahasa Inggris-

Revrisond Baswir
-Kurang tepat bila menggunakan kata ‘pasca keruntuhan’ karena era ekonomi kapitalis belum runtuh saat ini, setidaknya sedang mengalami menuju runtuh, tapi sepertinya tidak akan runtuh dalam waktu dekat ini tetapi hanya mengalami goncangan ‘kecil’ saja.
-Sekarang tinggal menunggu nilai tukar rupiah terhadap dolar mencapai 15ribu, apakah terjadi akhir tahun ini atau awal tahun depan
-Ada dua skenario, skenario satu, seperti singa yang sedang sakit lalu sembuh maka singa itu akan berubah lebih buas, seperti juga kapitalisme saat ini, sedang mengalami ‘sakit’, dan bila skenario buruk ini terjadi, hati-hati bangsa Indonesia akan kembali di caplok kapitalisme yang lebih ganas lagi (karena dalam hal ini hubungan Indonesia dan Amerika seperti Hamba dan Tuannya), skenario kedua tentu skenari terbaik yaitu ekonomi kapitalisme runtuh
-Sebenarnya Amerika (USA) bukan negara kaya, tapi mereka percaya diri. Saat ini banyak perusahaan amerika gulung tikar, atau dibeli oleh perusahaan Jepang dan China. Bahkan Amerika mempunyai hutang sampai USD 700 Miliar (ini lebih banyak 70% daripada hutang Indonesia), klo hubungan Indonesia dan amerika merupakan Hamba dan Tuan, maka siap-siap hutang Amerika tersebut akan ‘dipaksakan’ untuk dilunasi hasil dari ‘urunan’ para negara-negara ‘hamba’nya.
-Tentang BBM, dimana harag minyak mentah sudah turun drastis, tapi pemerintah tidak kunjung menurunkan harga BBM. Kalau turun pun hanya Rp.500, tidak sebanding dengan harga minyak mentah dunia yag turun sangat drastis, dan turunnya pun menunggu nanti Desember, kenapa tidak sekarang!.
-Asumsi-asumsi keliru pemerintah yang berdampak pada Kebijakan-kebijakan yeng dinilai spekulatif, kenapa koq dibilang spekulatif, pertama, Krisi ekonomi yang dialami bangsa Indonesia ini tidak berasal dari dalam sendiri (sama seperti tahun 1997/1998), sumbernya dari krisis keuangan AS, dan dampaknya tidak mungkin dilokalisir pada wilayah tertentu tapi cenderung menjalar ke seluruh penjuru dunia. Kedua, Krisi kali ini bersumber dari negara yang mempunyai perekonomian terbesar dan terkuat di dunia serat memiliki dampak secara global, maka skalanya tidak dapat diperkirakan dengan mudah dan akan menjalar ke semua sektor perekonomian yang akan menyulitkan memperkirakan jangka waktunya. Ketiga, menyangkut Indonesia yang tidak menggunakan perekonomian tertutup atau semi tertutup (seperti China dan Malaysia) tetapi menganut sekaligus kurs mengambang bebas dan devisa bebas, sementara itu cadangan devisa kita kecil (tidak ada separuhnya dari cadangan devisa Sinagapura, sepertiga cadangan devisa Hongkong dan bahkan hanya seperduapuluh dari China).
-Tindakan yang harusnya dilakukan oleh Pemerintah, secara umum terletak pada adanya kemauan pemerintah untuk segera mengakhiri penyelenggaraan agenda ekonomi neoliberal di negeri ini, bersama dengan itu harus segera mengurangi ketergantungan terhadap hutang lkuar negeri dan kehadiran investor asing disini. Sebagai alternatif pemerintah harus lebih berkosentrasi pada peningkatan dan pengembangan potensi domestik di semua bidang. Beberapa tindakan praktis yang bisa dilakukan : pertama, Menurunkan harag BBM secara proporsional. Kedua, terkait kebijakan moneter, pemrintah perlu mempertimbangkan kembali penerapan rezim kurs mengambang terkendali dan kebijakan pengendalian devisa. Ketiga, terkait perdagangan luar negeri, pemerintah harus mengubah sifat perekonomian yang haus akan impor (impor hungry). Sebaliknya kebijakan ekspor yang berkaitan dengan eksplorasi SDA dievaluasi pada tingkat dasar yaitu peranan investor asing dalam kegiatan tersebut. Keempat, terkait dengan penyelenggaraan BUMN, menghentikan privatisasi BUMN, karena keberadaan BUMN sebagai pelampung bagi rakyat banyak dalam mengarungi perekonomian dunia. Dan bila bursa di Indonesia sulit berkembang tanpa keikutsertaan BUMN tidak ada salahnya untuk menutup lantai bursa selamanya!.

Dwi Condro Triyono
The last but not the least
sebenarnya ulasannya cukup bagus, sayang materinya gak dibagikan kayak pemateri yang lainnya
-Sebelum membahas tentang ekonomi kapitalisme, maka tidak boleh lupa oleh seorang yang memunculkan ide tersebut. Yaitu Karl Marx, dalam bukunya ‘das capitalis’, menyatakan dua ide : 1.Orang/Individu dilindungi haknya untuk bebas memiliki alat-alat produksi 2.Orang/Individu dilindungi haknya untuk bebas memproduksi dari alat-alat produksi tersebut dan melakukan transaksi jual-beli.
Dahulu kepemilikan tanah milik pemerintah, sekarang kepemilikan tanah bisa dimiliki siapa pun, menjadikan tanah menjadi alat penyimpan uang (alat spekulasi)
Apakah Reformasi th1998 baik bagi Indonesia? Apa hasilnya?
Indonesia semakin Liberal
Lalu Solusi?
bukan Reformasi tapi REVOLUSI!!!,
kalau cuma Ekonomi Syariah itu cuman secara Parsial, tapi bila memang menginginkan Revolusi, rombak semua, (kembali ke Syariat Islam), HAPUS BANK, HAPUS PASAR MODAL!.
,hasil Liberalisme di dalam Pendidikan Indonesia (Liberalisme Pendidikan), Idealisme dari Mahasiswa TIDAK ADA!!!, sangat pragmatis!, cepat lulus karena biaya semakin mahal, cepat kerja, dsb, dsb.
,Bank dan Pasar Modal merupakan mesin penyedot uang dari masyarakat untuk perusahaan-perusahaan kapitalis.
“Sosialisasi Cost of Crysis”, dimana utang AS (sebanyak USD 700 miliar) akan ditanggung bersama dengan para ‘pengikut2nya’ termasuk juga Indonesia.
Dalam sistem perbankan konvensional, Bank berguna untuk ‘menggemukkan’ perusahaan2 kapitalis. Saat ini ada tambahan lagi yaitu Pasar Sekunder dan Pasar Derivatif, dimana hal ini tidak untuk mencari uang tapi mencari capital gain (akumulasi capital). Saat ini, krisis ekonomi ini disebabkan oleh meledaknya capital gain.
-sebenarnya ada bagan-bagan (gambar-gambar) alur dari bank-nasabah-company, ttg capital gain ini, ttg pasar derivatif, pasar sekunder dan bagaimana solusi menurut syariay islam (perbankan syariah) dsb, yg mungkin orang ekonomi tahu banyaklah, yang aq lupa g q gambar, dan sayang materinya juga tidak dibagikan.

nb : Mungkin penuLisan ini masih banyak kekurangannya (ato bahkan saLah kaprah). Yaaah, memang manusia tu gudangnya saLah dan kebenaran hanyalah dari Yang Maha Benar. Lagian saya cuma manusia biasa yang tidak punya Latar beLakang ekonomi sama sekaLi (myb ja kLo masih punya biaya, pengen nerusin kesitu, hmm….tapi kudu LuLus dhisek rek,,..hiks…TA..TA…kapan isok LuLus?!?!?….)

 
Leave a comment

Posted by on 27 November 2008 in PropagandaPersuasif

 

Tags: , , ,

Sungguh malang nasib negara ini!

Pada masa-masa abad pertengahan, banyak pasukan perang yang terdiri dari barisan yang disebut ‘tentara bayaran’. Mereka tentara yang berperang hanya demi meraup bayaran uang dan keuntungan duniawi. Berperang, bagi mereka hanyalah profesi dan keahlian. Tidak penting bagi mereka mengalahkan musuh, karena yang terpenting berapa banyak rampasan perang yang dapat dikantongi, berapa banyak larangan yang telah mereka langgar, dan berapa cacian telah mereka muntahkan. Tidak soal bagi mereka apa tujuan dan misi perang yang diterjuni, tapi yang penting berapa bayaran yang diterima. Tidak ada dalam kamus mereka motivasi perang demi tanah air, apalagi prinsip ataupun iman. Mereka tidak pernah berpikir dalam peperangan ada sesuatu yang pantas dikorbankan atau dicurahkan segenap jiwa dan raga, yang mereka tahu dan lihat hanya kesenangan pribadi semata.
Bayangkan saja, jika pemegang dan pelaksana kebijakan di negeri naas ini mempunyai banyak kemiripan dengan tentara-tentara bayaran itu. Kerja mereka sesungguhnya tak lebih dari mengharap sesuap nasi. Yang ada di benak mereka dan selalu mereka kejar hanyalah, harta rampasan dalam segala bentuk dan jenisnya, kekayaan, ketenaran, jabatan ataupun kebanggaan dan kehormatan. Mereka berpendapat, jalan yang terbaik yang aman untuk menghantarkan mereka pada harta rampasan ini adalah dengan berpura-pura membela negara. Semua mengatakan demi bangsa dan negara, berpidato dan menulis, serta menangis dan mengiba tangis. Mereka tak pernah berbuat lebih jauh lagi. Paling bagus hanya instruksi pada rakyat untuk melakukan kebijakan, namun sungguh tragis, mereka justru lupa menasehati diri sendiri.
Di sana tidak ada demonstran yang berteriak lantang kecuali mengharap ‘sesuatu’ di balik kelantangan suaranya, tidak ada orator yang berpidato berapi-api kecuali dia meminta ‘sesuatu’ di balik khutbahnya. Jauh di lubuk hati, mereka sama sekali tidak pernah memikirkan ucapannya. Yang terpenting bagi mereka adalah imbalan dan keuntungan pribadi yang dapat dikantongi dari ceramahnya itu. Mereka tak pernah berpikir untuk memberi sesuatu. Yang terpenting adalah tepuk tangan dan pujian massa, dirinyalah yang telah mendatangkan sesuatu yang dibutuhkan masyarakat. Jika disuruh memilih antara, pertama, menyumbangkan sesuatu yang benar-benar bermanfaat bagi rakyat, namun rakyat tidak tahu sumbangan itu dari siapa, dan yang kedua, rakyat tahu dialah pemberi sarana itu, namun sarana itu tak kunjung membuahkan manfaat, dapat diduga pastilah para pemimpin itu akan memilih yang terakhir.
Setiap pemimpin negeri ini lantang menyuarakan kampanye pemberantasan kemiskinan, penyakit dan kebodohan, sampai-sampai ketiga kata ini menjadi istilah yang paling terkenal dan sering mampir di bibir dan kuping. Meskipun demikian, ketiga kata tsb nyatanya tetap saja mewabah dan mencengkeram rakyat. Bukan karena apa-apa, melainkan lebih karena pemimpin, petinggi, menteri, kaum agamawan, da’i, wakil rakyat, kaum penulis, intelektual, kita -tanpa kecuali-, merupakan sosok-sosk pemburu upah.
Orang-orang seperti ini hanya mengejar keuntungan dan kepentingan pribadi saja. Mereka akan cukup puas dengan sorak kekaguman, karena hanya itulah yang diinginkan. Demikian juga dengan kaum penulis dan intelektual, yang sering mengkritik pedas pemerintah dalam setiap tulisan dan komentarnya, kepentingan mereka sebenarnya hanya satu, imbalan tulisan atau piagam penghargaan, atau ucapan selamat dan pujian atas kejeniusan dan kepakarannya. Soal komitmen pemberantasan kemiskinan, penyakit dan kebodohan, sama sekali tak masuk agenda perhatian dan pemikiran mereka. Andaikata mereka serius untuk memberantas ketiga hal itu, pastilah mereka tidak akan menyia-nyiakan waktu hanya dengan untaian kata dan menulis saja, sesuatu yang ia sadar betul tidak akan memberikan hasil apa-apa. Mereka akan berusaha memanfaatkan waktu dan tenaganya secara konkret, langsung terjun menolong si fakir, menghibur si sakit, mengajari si bodoh. Tapi mereka sadar betul, jika terjun dalam kerja sosial ini, akan lenyaplah segala pujian dan decak kagum masyarakat yang biasa mereka terima saat menulis kecuali hanya dari si miskin, si bodoh dan si sakit. Masyarakat tak akan memerhatikan sama sekali.
Betapa naifnya para pemegang kekuasaan di negeri ini, mereka terlalu asyik mengkampanyekan perang terhadap kemiskinan, penyakit, dan kebodohan, padahal permasalahan ini tidak perlu diperangi segala. Yang diperlukan dari mereka hanyalah instruksi kebaikan tanpa melupakan dirinya sendiri. Inilah inti permasalahan bangsa ini. Seharusnya, mereka yang mempunyai otoritas pemecah masalah, ikhlas mengulurkan tangan, niscaya ketiga nusuh negara ini akan menyusut dan lari terbirit-birit.
Seandainya manusia mau saling berbagi, si kaya memberikan hak orang fakir, peti-peti kekayaan terselamatkan dari tangan-tangan hina, dan aliran uang tidak dipegang oleh orang buta dan bodoh, maka kebaikan akan merata ke penjuru negeri.
Tapi bagaimana hal itu bisa terwujud di negeri dimana si bodoh justru menjadi pembesar dan si hina menjadi petinggi.
Sungguh malang nasib negara ini!

Sumber : “Izrail” by “Yusuf As Siba’i”
Izrail_1

 
Leave a comment

Posted by on 16 November 2008 in Mushaf-mushaf Dunia

 

Tags: , , ,