RSS

Category Archives: Mushaf-mushaf Dunia

KumpulanMushaf

Makhluk Hibrida dan Punggung

Kucoba semua segala cara
Kau membelakangiku
Kunikmati bayangmu
Itulah saja cara yang bisa
Untukku menghayatimu
Untuk mencintaimu

Sesaat dunia jadi tiada
Hanya diriku yang mengamatimu
Dan dirimu yang jauh di sana
Ku takkan bisa lindungi hati
Jangan pernah kau tatapkan wajahmu
Bantulah aku semampumu

hhttp://nyonyim.multiply.com/journal/item/12/punggungmu_saja Mar 16, ’08 5:38 AM
rame sekali, jarang-jarang serame ini

waktunya keluar dari sini,,
lalu aku berjalan ke luar pelan-pelan,,

ku sempatkan liat ke arah keramaian tadi
aku melihatmu berjalan ke arahku,,
entah kmu sadar ato tidak ada aku
cepat-cepat ku berpaling,,
seseorang menyuruhku duduk sebentar

belum sempat aku duduk,,
kamu mendahuluiku,,
aku cuma melihatmu,,
punggungmu saja,,
berjalan menjauh,,
sampai hilang dari pandangan,,

ada perasaan menyesak ato menyesal gak tau apa itu,,
hinggap saat itu,,,
aku tidak mau duduk,,

(Rasakanlah)
Isyarat yang sanggup kau rasa
Tanpa perlu kau sentuh
(Rasakanlah) Harapan, impian
Yang hidup hanya untuk sekejap
(Rasakanlah) Langit, hujan
Detak, hangat nafsuku

(Rasakanlah)
Isyarat yang mampu kau tangkap
Tanpa perlu ku ucap
(Rasakanlah) Air, udara,
Bulan, bintang,
Angin, malam,
Ruang, waktu, puisi

“Rectoverso” “Hanya Isyarat” “Dee”
Tinggal 4 manusia yang tersisa di tempat yang didesain dengan penerangan buruk malam ini. Remang yang tidak romantis, dan hiburan yang tersedia hanyalah TV 14 inci dengan tayangan pertandingan sepakbola dini hari disertai kumandang disko era satu dekade silam. Tapi ada satu yang menarik, yaitu dia. Dan dia bukanlah pembicaraan. Dia adalah tujuan. Tujuanku bertahan disini.

Satu-satunya betina yang menguapkan feromon disekumpulan makhluk jantan. Sejak hari pertama kami semua berkenalan mereka malas menggubrisku karena tidak pernah ada pembicaraan menarik keluar dari mulutku, dan aku tetap menyandang status hanya sebagai ‘kenalan’.
Andai ada pintu masuk di situ, akan kuselundupkan setengah bahkan tiga perempa jiwaku untuk merasukinya, untuk membaca pikirannya, memata-matai pikirannya.

Aku teringat trotoar tempat kami berjalan dan kakinya yang ku biarkan melangkah beberapa meter di depan, aku teringat siluet punggungnya yang menghadap panggung di tempat yang kami kunjungi sebelum ini, aku teringat kehidupanku beberapa hari yang lalu sebelum bertemu dengannya, aku teringat kemana aku harus kembali setelah malam ini, dan kemana ia pergi nanti.

Aku sampai di bagian bahwa aku telah jatuh cinta. Namun orang itu hanya mampu kugapai sebatas punggungnya saja. Seseorang yang cuma sanggup kuhayati bayangannya dan tak akan pernah kumiliki keutuhannya. Seseorang yang hadir sekelebat bagai bintang jatuh yang lenyap keluar dari bingkai mata sebelum tangan ini sanggup mengejar. Seseorang yang hanya bisa kukirimi isyarat sehalus udara, langit, awan atau hujan. Seseorang yang selamanya harus dibiarkan berupa sebentuk punggung karena kalau sampai ia berbalik niscaya hatiku hangus oleh cinta dan siksa.


tidak….jangan….jangan pernah duduk Lagi…tapi berLARILah mengejarnya….berJANJILah…tepuk bahunya dan SAPALAH dia…hanya sekaLi saja….ya…..sekaLi saja….

Dengarkanlah kisahnya. Baca musiknya. Selami ilustrasinya. Dan temukan magisnya menyusuri sungai kreativitas yang bermuara pada laut inspirasi yang sama. Musik, kisah, gambar, bahkan saat membcarakan satu hal yang sama, setiap not, irama, rima dan garis, akan menyajikan keunikan dan perbedaan yang tak perlu dipertentangkan. Cukup diapresiasi. Dinikmati. Melengkapi.
Dan terakhir, bagi kehidupan, dalam berbagai wujud dan rupa, dan juga dalam yang tak berwujud dan berupa…inilah noktah, yang meski mungil tapi tak pernah luput Engkau beri makna.

Itulah saja cara yang bisa
Untuk menghayatimu
Untuk mencintaimu

Sumber : “Rectoverso” “Dee” dan,
from http://www.nyonyim.multiply.com on “punggungmu saja”

Rectoverso

Advertisements
 
10 Comments

Posted by on 2 January 2009 in Mushaf-mushaf Dunia

 

Tags: , , , ,

Sungguh malang nasib negara ini!

Pada masa-masa abad pertengahan, banyak pasukan perang yang terdiri dari barisan yang disebut ‘tentara bayaran’. Mereka tentara yang berperang hanya demi meraup bayaran uang dan keuntungan duniawi. Berperang, bagi mereka hanyalah profesi dan keahlian. Tidak penting bagi mereka mengalahkan musuh, karena yang terpenting berapa banyak rampasan perang yang dapat dikantongi, berapa banyak larangan yang telah mereka langgar, dan berapa cacian telah mereka muntahkan. Tidak soal bagi mereka apa tujuan dan misi perang yang diterjuni, tapi yang penting berapa bayaran yang diterima. Tidak ada dalam kamus mereka motivasi perang demi tanah air, apalagi prinsip ataupun iman. Mereka tidak pernah berpikir dalam peperangan ada sesuatu yang pantas dikorbankan atau dicurahkan segenap jiwa dan raga, yang mereka tahu dan lihat hanya kesenangan pribadi semata.
Bayangkan saja, jika pemegang dan pelaksana kebijakan di negeri naas ini mempunyai banyak kemiripan dengan tentara-tentara bayaran itu. Kerja mereka sesungguhnya tak lebih dari mengharap sesuap nasi. Yang ada di benak mereka dan selalu mereka kejar hanyalah, harta rampasan dalam segala bentuk dan jenisnya, kekayaan, ketenaran, jabatan ataupun kebanggaan dan kehormatan. Mereka berpendapat, jalan yang terbaik yang aman untuk menghantarkan mereka pada harta rampasan ini adalah dengan berpura-pura membela negara. Semua mengatakan demi bangsa dan negara, berpidato dan menulis, serta menangis dan mengiba tangis. Mereka tak pernah berbuat lebih jauh lagi. Paling bagus hanya instruksi pada rakyat untuk melakukan kebijakan, namun sungguh tragis, mereka justru lupa menasehati diri sendiri.
Di sana tidak ada demonstran yang berteriak lantang kecuali mengharap ‘sesuatu’ di balik kelantangan suaranya, tidak ada orator yang berpidato berapi-api kecuali dia meminta ‘sesuatu’ di balik khutbahnya. Jauh di lubuk hati, mereka sama sekali tidak pernah memikirkan ucapannya. Yang terpenting bagi mereka adalah imbalan dan keuntungan pribadi yang dapat dikantongi dari ceramahnya itu. Mereka tak pernah berpikir untuk memberi sesuatu. Yang terpenting adalah tepuk tangan dan pujian massa, dirinyalah yang telah mendatangkan sesuatu yang dibutuhkan masyarakat. Jika disuruh memilih antara, pertama, menyumbangkan sesuatu yang benar-benar bermanfaat bagi rakyat, namun rakyat tidak tahu sumbangan itu dari siapa, dan yang kedua, rakyat tahu dialah pemberi sarana itu, namun sarana itu tak kunjung membuahkan manfaat, dapat diduga pastilah para pemimpin itu akan memilih yang terakhir.
Setiap pemimpin negeri ini lantang menyuarakan kampanye pemberantasan kemiskinan, penyakit dan kebodohan, sampai-sampai ketiga kata ini menjadi istilah yang paling terkenal dan sering mampir di bibir dan kuping. Meskipun demikian, ketiga kata tsb nyatanya tetap saja mewabah dan mencengkeram rakyat. Bukan karena apa-apa, melainkan lebih karena pemimpin, petinggi, menteri, kaum agamawan, da’i, wakil rakyat, kaum penulis, intelektual, kita -tanpa kecuali-, merupakan sosok-sosk pemburu upah.
Orang-orang seperti ini hanya mengejar keuntungan dan kepentingan pribadi saja. Mereka akan cukup puas dengan sorak kekaguman, karena hanya itulah yang diinginkan. Demikian juga dengan kaum penulis dan intelektual, yang sering mengkritik pedas pemerintah dalam setiap tulisan dan komentarnya, kepentingan mereka sebenarnya hanya satu, imbalan tulisan atau piagam penghargaan, atau ucapan selamat dan pujian atas kejeniusan dan kepakarannya. Soal komitmen pemberantasan kemiskinan, penyakit dan kebodohan, sama sekali tak masuk agenda perhatian dan pemikiran mereka. Andaikata mereka serius untuk memberantas ketiga hal itu, pastilah mereka tidak akan menyia-nyiakan waktu hanya dengan untaian kata dan menulis saja, sesuatu yang ia sadar betul tidak akan memberikan hasil apa-apa. Mereka akan berusaha memanfaatkan waktu dan tenaganya secara konkret, langsung terjun menolong si fakir, menghibur si sakit, mengajari si bodoh. Tapi mereka sadar betul, jika terjun dalam kerja sosial ini, akan lenyaplah segala pujian dan decak kagum masyarakat yang biasa mereka terima saat menulis kecuali hanya dari si miskin, si bodoh dan si sakit. Masyarakat tak akan memerhatikan sama sekali.
Betapa naifnya para pemegang kekuasaan di negeri ini, mereka terlalu asyik mengkampanyekan perang terhadap kemiskinan, penyakit, dan kebodohan, padahal permasalahan ini tidak perlu diperangi segala. Yang diperlukan dari mereka hanyalah instruksi kebaikan tanpa melupakan dirinya sendiri. Inilah inti permasalahan bangsa ini. Seharusnya, mereka yang mempunyai otoritas pemecah masalah, ikhlas mengulurkan tangan, niscaya ketiga nusuh negara ini akan menyusut dan lari terbirit-birit.
Seandainya manusia mau saling berbagi, si kaya memberikan hak orang fakir, peti-peti kekayaan terselamatkan dari tangan-tangan hina, dan aliran uang tidak dipegang oleh orang buta dan bodoh, maka kebaikan akan merata ke penjuru negeri.
Tapi bagaimana hal itu bisa terwujud di negeri dimana si bodoh justru menjadi pembesar dan si hina menjadi petinggi.
Sungguh malang nasib negara ini!

Sumber : “Izrail” by “Yusuf As Siba’i”
Izrail_1

 
Leave a comment

Posted by on 16 November 2008 in Mushaf-mushaf Dunia

 

Tags: , , ,

Surat Dari Konstantinopel

Awalnya adalah di Yerusalem, sebuah wilayah tempat turunnya para nabi, lalu berkumpul di Perancis, dan setelah ditumpas oleh Phillipe le bel (Phillipe IV, Raja Perancis) dan Paus Clement V, mereka (Knights Templar atau Freemasonry) menyebar di Eropa dengan dua wilayah yang dijadikan basis : Skotlandia yang kemudian bersatu dengan Kerajaan Inggris dan satunya lagi masih bergerak di Perancis. Dalam persembunyiannya di Skotlandia, para Mason berhasil diterima oleh kalangan istana. Sedangkan di Perancis, penerus templar ini membangun komunitas merdeka di selatan, di daerah Pyrennes yang sunyi. Di daerah Provence, Perancis, para Mason diduga kuat menjadikan daerah ini sebagai pusat kegiatan Kabbalisme yang paling terkemuka di Eropa. Jika di daerah-daerah lain tradisi Kabbalah hanya diturunkan secara lisan, maka di Provence, tradisi Kabbalah dibukukan dan dijadikan pegangan para Kabbalis.

Penumpasan templar di Perancis menyebabkan orang-orang Katolik Perancis membenci Komunitas Yahudi yang tinggal disana. Mereka bergerak sendiri-sendiri atau diorganisir dari Gereja dan juga Kerajaan menyerang orang-orang Yahudi Perancis. Banyak ancaman maupun surat kaleng yang menyatakan bahwa Sinagog kaum Yahudi akan diserang atau dibakar. Orang-orang Yahudi tersebut juga mendapatkan tekanan untuk meninggalkan keyakinan mereka dan dibaptis menjadi seorang Kristen yang taat sebagai bentuk penghapusan dosa-dosa mereka. Akibatnya banyak keluarga Yahudi Perancis yang meninggalkan rumah mereka untuk mencari tempat tinggal dan lingkungan yang relatif lebih aman.

Suasana yang mencekam ini membuat Rabi Shamur yang tinggal di kota Arles, Prancis, menulis surat kepada Pemimpin Tertinggi Kaum Yahudi di Konstantinopel. Dalam suratnya, Rabi Shamur meminta nasehat dan masukan berkenaan dengan situasi dan kondisi yang dialami komunitas Yahudi di Prancis yang terus-menerus ditindas Gereja dan Kerajaan. Shamur memaparkan bagaimana orang-orang Kristen Perancis yang tinggal di Arles, Aix, dan Marseilles mengancam sinagog-sinagog mereka. Surat dari Rabi Shamur dalam waktu yang tidak terlalu lama akhirnya dijawab oleh Pemimpi Tertinggi Yahudi Konstantinopel pada tanggal 24 Jui 1489. Sebuah surat jawaban yang kalimat per kalimatnya menjadi begitu terkenal karena dengan lugas mencerminkan strategi kaum Yahudi menundukkan Gereja dan juga dunia.

“Saudara-sadara, dengan rasa sedih pengaduan kalian kami pelajari. Derita nasib buruk yang kalian alami membuat kami ikut bersedih. Kalian mengadukan, bahwa Raja Prancis telah memaksa kalian memeluk agama Nasrani. Tetapi harus dingat, bahwa ajaran Musa harus tetap kalian pegang erat-erat dalam hati sanubari. Umat Kristen memerintahkan supaya kalian menyerahkan harta benda kalian. Laksanakanlah!. Selanjutnya didiklah putera-puteri kalian menjadi pedagang dan pengusaha yang tangguh, agar pelan-pelan bisa merebut kembali harta benda itu dari tangan mereka.

Kalian juga melaporkan, bahwa mereka mengancam keselamatan hidup kalian. Maka binalah putera-puteri kalian menjadi dokter, agar bisa membunuh orang-orang Kristen secara rahasia. Mereka menghancurkan tempat peribadatan kalian. Maka, didiklah putera-puteri kalian untuk menjadi pendeta, agar bisa menghancurkan gereja mereka dari dalam. Mereka menindas dengan melanggar hak dan nilai kemanusiaan. Maka didiklah putera-puteri kalian sebagai agen-agen propaganda dan penulis, agar bisa menyelusup ke berbagai jajaran pemerinahan. Dengan demikian, kalian akan bisa menundukkan orang Kristen dengan cengkeraman kuku-kuku kekuasaan internasional yang kalian kendalikan dari balik layar. Ini berarti pelampiasan dendam kesumat kalian terhadap mereka.”

(Sumber : William G. Car; Yahudi Menggenggam Dunia)

Setelah menerima surat itu, maka Rabi Shamur diam-diam melakukan sosialisasi ‘perintah Rabi Tertinggi Konstantinopel’ tersebut dan setelah itu banyak orang-orang Yahudi yang bersedia dibaptis dan memeluk agama Kristen. Mereka juga memasuki gereja dan bahkan beberapa tahun kemudian menjadi gembala sidang dari sejumlah gereja di Prancis. Kaum Yahudi, dan dengan sendirinya para Freemason, akhirnya memiliki ‘agama resmi’ atau ‘agama legal’ mereka yakni Kristen Katolik. Abad itu, siapa pun yang ingin bebas bergerak, ingin aman dalam hidupnya, tentunya di Eropa, maka ia haruslah menjadi seorang pengikut Gereja Katolik Roma. Maka, dengan alasan-alasan strategis demi mencapai tujuannya yang disembunyikan rapat-rapat, mereka kini mengenakan baju Gereja dan larut dalam komune masyarakat Eropa abad pertengahan yang dipenuhi histeria pergolakan dan keimanan.

Di dasar permukaan bumi yang paling dalam, sebuah keyakinan abadi tetap terpelihara. Dan mereka sangat yakin, suatu waktu keyakinan abadi ini akan muncul di permukaan dan meremukkan segala macam baju yang dikenakannya. Itulah masa dimana mereka merasa sudah sedemikian kuat, semua musuhnya sudah dilumpuhkan dan ditaklukkan. Suatu masa di mana segala kerahasiaan akan mereka singkap dan mereka akan tunjukkan pada dunia siapa diri mereka sebenarnya. Suatu hari yang pasti terjadi.

Judeo Christian atau Zionis Kristen

Secara hakikat, istilah ini mengacu pada keyakinan dan sikap keagamaan umat Kristen Amerika (dan juga Kristen Eropa serta sebagian besar dunia) yang memandang bahwa zionisme merupakan hal yang harus didukung secara penuh, tanpa syarat. Harus didukung walau kaum Zionis-Israel membunuhi dan membantai anak-anak tak berdosa. Sebaliknya, mereka akan merasa berdosa apabila tidak mendukung atau mengecam Zionis-Israel, seakan berdosa kepada Tuhannya.

Ayat-ayat Injil dalam kitab Genesis (Kejadian) Injil Perjanjian Lama King James version yang dijadikan dalil utama kelompok Zionis-Kristen di dalam sikapnya membela Israel tanpa syarat adalah :

“Dan Aku menjadikan engkau suatu bangsa besar, dan Aku akan memberkati engkau, dan menjadikan nama engkau besar; dan terbekatilah engkau” (Gen 12:2)

“Dan Aku akan memberkati mereka yang memberkati engkau, dan mengutuk mereka yang mengutuk engkau; dan dalam diri engkaulah semua keluarga dari dunia akan diberkati” (Gen 12:3)

Padahal di dalam sejarah penulisan Injil, kita sudah mengetahui bahwa di tahun 325 M dalam Konsili Nicea, ratusan versi Injil yang tidak sejalan dengan Kaisar Konstantin sudah dimusnahkan, dan ia hanya memilih 4 versi Injil yang sejalan dengan pandangannya dan dipakai hingga sekarang ini.

Salah satu tokoh Zionis-Kristen Amerika adalah Pendeta Franklin Graham dari The Southern Baptist Church. Ia merupakan putera keempat Pendeta Billy Graham. Franklim Graham pernah mengatakan, “Tuhan orang Islam itu berbeda dengan Tuhan kita. Tuhan orang Islam bukan Tuhan Bapa. Tuhan orang Kristen adalah Bapak dari Jesus Kristus. Tuhan mereka bukan Anak-Tuhan seperti iman Kristen atau Judeo-Christian. Dia Tuhan yang lain sama sekali, dan saya percaya Islam adalah agama yang jahat dan busuk. …Qur’an mengajarkan kekerasan, dan ekstrimisme Islam merupakan ancaman terbesar yang dapat disepakati siapa saja” (The Washington Post; Graham Speak Out; 9 Agustus 2002).

Pandangan Graham mewakili pandangan berjuta kaum Zionis-Krsiten yang terus melancarkan propaganda sesatnya tentang Islam hingga kini.

Padahal, jika saja mereka mau meluangkan waktu sedikit membuka lembar demi lembar kitab suci Zionis-Yahudi, Talmud, dan mencari ayat-ayat bagaimana sebenarnya sikap kaum Zionis-Yahudi terhadap Yesus dan Kekristenan, maka pasti orang-orang Kristen akan berbalik arah dan memusuhi kaum Zionis-Yahudi. Kata Talmud mengenai Yesus :

“Pada malam kematiannya, Yesus digantung dan 40hari sebelumnya diumumkan bahwa Yesus akan dirajam (dilempari batu) hingga mati karena ia telah melakukan sihir dan telah membujuk orang untuk melakukan kemusyrikan (pemujaan terhadap berhala)…Dia adalah seorang pemikat, dan oleh karena itu janganlah kalian mengasihaninya atau pun memaafkan kelakuannya” (Sanhedrin 43a)

“Yesus ada dalam neraka, direbus dalam kotoran (tinja) panas” (Gittin 57a)

“Ummat Kristiani (yang disebut ‘minnim’) dan siapa pun yang menolak Talmud akan dimasukkan ke dalam neraka dan akan dihukum di sana bersama seluruh keturunannya” (Rosh Hashanah 17a)

“Barangsiapa yang membaca Perjanjian Baru tidak akan mendapatkan bagian ‘hari kemudian’ (akhirat), dan Yahudi harus menghancurkan kitab suci ummat Kristiani yaitu Perjanjian Baru” (Shabbath 116a)

Inilah ungkapan hati Talmud yang sesungguhnya tentang Yesus dan umat Kristen. Siapa pun yang mengaku sebagai seorang Kristen, setelah mengetahui ayat-ayat pelecehan dari Talmud kepada Yesus dan agamanya, tetapi masih saja mendukung Zionis-Yahudi, masih saja membantu Israel, masih saja setuju dengan sikap G.W.Bush yang tanpa reserve terus memback-up Zionis-Israel, maka ia sebenarnya telah ikut-ikutan melecehkan agamanya sendiri. Luangkan waktu anda untuk membaca Talmud.

Sumber : “Knights Templar Knights of Christ” “Rizki Ridyasmara”

Knights Templar Knights of Christ

 
Leave a comment

Posted by on 29 September 2008 in Mushaf-mushaf Dunia

 

Tags: , , , , , ,

IBLIS SUKSES MASUK SURGA LAGI

Adam Dideportasi

“Maka syetan menggelincirkan mereka berdua dari sorga, mengeluarkan mereka dari keadaan semula. Dan kami berfirman : ‘Turunlah kamu, sebagian kamu menjadi musuh yang lain, dan bagi kamu tempat menetap di Bumi dan kesenangan sampai waktu tertentu” (Al-Baqarah:36)

Kesuksesan Iblis

Begitu kecewa Iblis setelah diusir dari sorga karena ia membangkang tidak mau bersujud kepada Adam. Melihat kemesraan Adam dan Hawwa’ bersenang-senang di taman sorga, ia cemburu dengan menyimpan seribu dendam. Sebagai makhluk super cerdas, Iblis memeras otak berliannya mencari akal, bagaimana agar Adam juga diusir dari sorga. Di sinilah, para pembaca budiman, meski Al-Qur’an tidak menjelaskan tehnik syetan membujuk Adam secara detail, tetapi berbagai riwayat memblow-up kisah kejatuhan Adam ini dengan berbagai versi. Ikutilah kisah di bawah ini :
Wahb Ibn Munabbin mengisahkan, di sekitar taman sorga itu banyak sekali hewan-hewan dengan berbagai ragam bentuk dan rupa yang indah-indah. Tetapi, dari sekian binatang itu, hanya ular naga yang paling indah, wibawa, unik, dan sangat khas tanpa tara. Karena itu, hanya ular ini saja yang boleh keluar masuk sorga mengingat kecakepan dan kecakapannya. Adampun tertarik dan menjadikannya sebagai hewan kesayangan sekaligus kepercayaannya. Iblis yang cerdik itu melihat kebebasan si ular naga itu sebagai peluang emas untuk bisa masuk ke dalam sorga, dan selanjutnya bisa beraksi menggoda Adam dan Hawwa’.
Betul, Iblis itu bernegosiasi dengan si ular dengan kata-kata memikat, “Hai sobat, kau sungguh indah dan paling baik hati, sehingga Adam jatuh hati padamu. Aku telah lama rindu melihat taman sorga, maka ijinkan aku masuk ke perutmu sejenak saja. Bawalah aku masuk ke taman sorga, biar aku bisa melihat meski dari dalam perut. Dengan begitu, aku sudah cukup puas dan rindupun terobati. Ayolah, buka mulutmu, wahai Naga yang mulia”, rayu Iblis. Naga merasa kasihan, maka perlahan membuka mulutnya lebar-lebar. Iblis segera masuk dengan hati sangat riang.
Begitu sampai di dalam, Iblis dengan kekuatannya yang super, memaksa keluar dan berhasil. Ular naga itu hanya bengong dan tidak berdaya. Lama ia tercengang. Ia membayangkan akibat kecerobohannya menyelundupkan turis gelap dalam sorga tanpa izin.
Sementara Iblis segera mengambil posisi disamping pohon terlarang sambil menunggu saat yang tepat membujuk dua sejoli itu. Adam dan Hawwa’ tentu saja terkejut melihat Iblis berada dalam sorga lagi, “Hai Iblis bagaimana kamu bisa masuk kemari”, katanya heran. Iblis hanya senyum-senyum saja dan berkata, “Sudahlah, itu tidak penting. Saya datang dengan membawa berita yang sangat penting bagi kalian”, kata Iblis, “Ketahuilah”, lanjutnya, “bahwa pohon ini namanya pohon khuldi (pohon kekekalan), artinya bila kalian makan buah ini, kalian bakal menjadi sepasang malaikat dan akan hidup kekal selamanya dalam sorga yang penuh kenikmatan ini. Tetapi, hidup kekal seperti itu jelas menyaingi Tuhan dan pasti saja Tuhan sangat tidak menghendaki hal itu terjadi pada diri kalian. Makanya, Tuhan melarang keras kalian memakan buahnya. Hai Adam dan Hawwa’, aku bersumpah di hadapan kalian, demi keagungan Tuhan, aku ini berkata benar dan serius memberi nasehat pada kalian”.
Mendengar kata-kata Iblis pasangan suami-istri itu biasa-biasa saja. Mereka tak terpengaruh. Tapi Iblis tak menyerah. Iblis lalu membujuk salah satunya dan diawali dari Hawwa’ lebih dahulu. “Hai hawwa’, lihatlah pohon ini betapa aneh, indah dan menawannya warna pohon ini. Lihatlah buahnya yang sangat tampil beda dibanding semua buah yang ada dalam sorga ini. Dari penampilannya, terbayanglah kelezatannya”, kata Iblis. Ia terus melancarkan rayuan secara gencar dan lembut terhadap hawwa’, hawwa’ tergiur dan memetik buahnya. Kemudian, dalam perasaan bimbang antara ingin dan khawatir ia menelan buah itu. Lalu bagaimana dengan Adam?

Kenapa Wanita Haid, Ular tak Berkaki?

Sukses membujuk Hawwa’, Iblis segera mendekati Adam. Ia melancarkan rayuan tiada henti. Namun Adam tak terpengaruh. Adam baru goyah ketika Hawwa’ mendekati sambil memamerkan buah khuldi, buah terlarang itu, sambari ditelan-telan. Dengan gayanya yang manja Hawwa’ berkata, “…makanlah sayang. Nih, saya telah makan dan rasanya enak sekali, lagian tidak terjadi apa-apa koq”. Adam tampaknya tak tahan juga mendengar bujuk rayu kekasihnya. Ia akhirnya memakan buah itu.
Tapi Subhanallah! Segera setelah Adam mencicipi buah itu, semua baju yang mereka sandang lepas secara misterius. Pakaian itu lepas tanpa dimengerti sebabnya dan kemana raibnya. Keduanya telanjang bulat tanpa selembar daun pun. Tak pelak, mereka malu dan malu di hadapan Tuhan. Saking malunya, Adam kemudian bersembunyi dan masuk dalam lubang pohon itu.
Dalam persembunyiannya itu, Tuhan hadir dan memanggil, “Keluarlah kamu hai Adam!”. Adam menjawab, “Saya sungguh malu menghadap kebesaranMu, Ya Tuhan”.
Tuhan memang murka dan mengusir mereka keluar dari sorga. Mereka di buang di bumi. “Turunlah kalian ke bumi, dimana bumi itu asal kalian dicipta”, kata Allah.
Allah juga murka kepada ular yang membawa Iblis masuk ke sorga. Kaki-kakinya ditarik masuk ke perut, sehingga kini ular tak berkaki lagi dan berjalan dengan perutnya. Antara Adam dan ular diciptakan naluri permusuhan. Adam pun memukul kepala ular itu karena jengkel. Akibatnya kini manusia umumnya punya perasaan tidak suka terhadap ular, dan bila mereka membunuhnya, dengan cara memukul kepalanya.
Dalam peristiwa itu, pohon khuldi pun mengadu kepada Tuham. Pohon itu menunjukkan dirinya telah berdarah akibat petikan Hawwa’ secara paksa. Maka Allah pun berkata kepada Hawwa’, “Hai Hawwa’, sebagai mana kau sakiti pohonKu hingga ia berdarah, maka kau akan berdarah”. Jadilah para wanita haid setiap bulan, mengandung dan melahirkan secara paksa dan otomatis (al-qurthubi:I/312-313).

Adam Jatuh di India, Hawwa’ di Jeddah

Setela Adam dan Hawwa’ gagal menepis rayuan Iblis dan mereka makan buah khuldi, maka Allah mengusir mereka. Adam dan Hawwa’ diturunkan ke bumi.

Lokasi Kejatuhan

Al-Hubuth dalam bahasa Arab berarokasikan pendaratan, yaitu perpindahan dari tempat yang lebih tinggi ketempat yang lebih rendah. Dengan demikian konotasinya fisis sekali. Dlamir jami’ (waw), menunjuk pihak bahwa yang diperintahkan turun itu banyak, lebih dari satu atau tiga sosok ke atas. Dengan merujuk suratan kata ini, bahasan bergerak seputar kejatuhan mereka.
Ibn Abbas mengemukakan, bahwa mereka yang terusir dari sorga dan turun ke bumi itu adalah : Adam, Hawwa’, Iblis dan Ular. Adam diturunkan di daerah Sarandib India, daerah perbukitan yang biasa disebut bukit budz. Tehnik pengusirannya Allah memanfaatkan jasa angin sorga yang bertiup kencang sekali sehingga menghempaskan Adam jatuh keperbukitan itu. Angin tersebut hingga menerpa dedaunan yang ada di sana, lembah dan sungai. Seketika lingkungan menjadi harum dan asri. Oleh karena terpaan angin sorga itu, kini lingkungan di sekitar bukit Budz cukup asri dibanding yang lain.
Sedang Hawwa’ diturunkan di Jeddah Arab Saudi, Iblis dilempar di daerah Ubullah, dan Ular dijatuhkan di Sijistan. Karena itu, Sijistan terkenal daerah yang banyak ularnya di dunia. Hasan al-Mas’udi bertutur, “Andaikan tidak ada ular piton yang suka melalap ular-ular yang lebih kecil, niscaya Sijistan menjadi negara kerajaan ular dan kosong tanpa berpenghuni manusia (al-jami’ I/319-320).

Bohong, Wanita dicipta dari tulang rusuk

Tentang Hawwa’ yang tergoda duluan, lalu merayu Adam sehingga Adam pun jatuh pada lembah maksiat. Kisah ini tidak ada, baik dalam Al-Qur’an maupun dalam Hadits Shahih. Al-Qur’an secara tegas menyatakan bahwa mereka berdua makan buah terlarang, tetapi tidak ada penjelasan, siapa yang makan duluan. Seandainya Hawwa’ yang duluan makan, tidak berarti Adam suci dan Hawwa’ sebagai orang yang mutlak dipersalahkan sendiri.
Sampai disini kita bertanya, mengapa cerita itu sampai terjadi dan masuk dalam penafsiran? Diduga, ini dipengaruhi oleh kisah-kisah kejatuhan manusia ke bumi dalam kisah Israiliyah, yaitu kisah bersumber dari para ahli kitab dari kalangan Yahudi dan Nasrani yang kaya dengan cerita aneh-aneh, utamanya masalah yang menyangkut ghaib atau metafisis.
Seperti cerita tentang Hawwa’ yang diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Cerita ini tidak ada dasarnya dalam Al-Qur’an dan Hadits. Cerita itu justru tertulis jelas dalam Kitab Perjanjian Lama (Injil). Disitu ada pernyataan, “Ketika Adam tidur lelap, maka diambil oleh Allah sebilah tulang rusuknya, lalu ditutupkannya pula tempat itu dengan daging. Maka dari pada tulang yang dikeluarkannya dari Adam itu, diperbuat Tuhan seorang perempuan” (Kejadian II : 21-22).

Jangan Gegabah bunuh Ular di rumah

Masalah efek fisis bagi kaum lelaki. Seperti, setelah Adam makan buah terlarang, yang katanya nyangkut di leher, semua orang laki-laki pasti ada kolomenjingnya. Atau tentang Hawwa’ yang waktu makan, dia yang paling banyak merasakannya sehingga dua gigitan nyangkut di bagian dada, lalu jadilah payudara seperti sekarang ini, atau seperti ia bermentruasi tiap bulan karena memetik paksa buah itu hingga tangkainya berdarah. Semua itu tidak ada dasar yang bersumberkan wahyu. Karena itu, dipercaya atau tidak, sama sekali tidak ada pengaruh terhadap keimanan hakiki kita.
Masalah ular yang menjadi perantara Iblis masuk sorga dan berhasil menjatuhkan Adam-Hawwa’ juga tak berdasar wahyu. Namun beberapa hadits menyatakan tentang anjuran Rasulullah membunuh ular. Menyikapi ini, ada dua pendapat. Pertama, sebagai kesalahan nenek moyang ular secara historis, yang dulunya membantu kejatuhan Adam-Hawwa’. Karena itu wajar kita sekarang memusuhi ular. Kedua, sikap hati-hati Rasulullah SAW yang memandang ular sebagai binatang yang berbahaya dan mematikan. Karena itu bunuh saja, sebelum ia membunuh kita. Dalam pembunuhan binatang, Rasul melarang kita sampai membakar. Karena cara-cara seperti itu adalah tehnik penyiksaan Tuhan di neraka. Sedang kini ada di dunia. Maka jangan menggunakan cara nerakanisasi. Karena ular itu binatang yang paling digemari jin, syetan dan sebangsanya, identik dengan si Iblis dulu bisa masuk ke dalam perut si Ular, maka jin sekarang juga bisa berbuat serupa. Khusus ular yang ada di dalam rumah tinggal, memang ada tuntutan menyikapinya. Imam Ibn Nafi’ dan Malik Ibn Anas termasuk ulama yang melarang sembarangan membunuh ular rumah. Karena itu, di rumah ada ular, maka jangan tergesa-gesa dibunuh. Perintahkan dulu dengan kata-kata agar ia pergi dan ulangi permohonan anda tiga kali, lalu tinggalkan ia barang sejenak (dalam riwayat Hadits, malah ditunggu selama tiga hari, al-jami’ I/315). Kalau dia memang jin yang sedang berubah bentuk menjadi ular, maka ia pasti pergi. Tetapi jika masih tetap disitu setelah diberi waktu cukup, maka ia berarti ular beneran dan boleh dibunuh.
Tentang kisah-kisah ghaib di atas. Banyak yang merujuk kepada ahli kitab. Meski Nabi Muhammad SAW tidak melarang merujuk kepada mereka, tapi juga tidak menganjurkan membenarkannya. Mereka tetap menjadi khazanah keilmuan yang sah digugat dan sah pula diterima. Sedangkan masalha validitas tetap dibawah level wahyu.

Sumber : “Tafsir Al-Qur’an Bahasa Koran”, “A. Musta’in Syafi’i”

Tafsir Al-Qur'an Bahasa Koran

 
13 Comments

Posted by on 25 September 2008 in Mushaf-mushaf Dunia

 

Tags: , , , ,

Nasionalisme VS PersaudaraanSemesta

Mungkin dunia ini memang dipenuhi dengan orang-orang jahat dan gila, dimana orang-orang ini bisa jadi sangat membahayakan manusia sekitarnya. Namun yang jelas, ada jenis orang-orang jahat dan gila tertentu yang lebih berbahaya ketimbang jenis biasa. Orang-orang ini memang tidak kelihatan jahat atau gila sama sekali di hadapan manusia, sehingga bahaya mereka menjadi samar bahkan tidak tampak sama sekali. Tidak hanya terbatas pada manusia sekitarnya saja, melainkan juga melebar pada komunitas lain yang berjauhan jarak. Mereka inilah anak-anak Adam yang paling membahayakan bagi anak Adam lainnya. Merekalah orang-orang gila yang lihai.
Orang-orang gila yang bebas berkeliaran ini sering mengelabui umat. Di mata masyarakat mereka adalah figur-figur yang terhormat. Mereka diberi kepercayaan dan amanat mengendalikan urusan rakyat. Merekalah yang membawa umat manusia pada kehancuran dan kebinasaan.
Sosok-sosok inilah yang biasa kita sebut ‘pemimpin’ dan ‘pejabat’. Kupikir tidak ada komunitas manusia dimanapun yang lepas dari cengkraman kekuasaan orang-orang gila ini. Mereka biasanya akan saling sikut dan menjatuhkan, hanya untuk mencapai apa yang mereka sebut ‘kekuasaan’. Mereka selalu membangun konflik-konflik baru demi menyenangkan ambisi atau memenuhi kegilaan segelintir oknum yang menginginkan keruwetan-keruwetan demi kepentingan sendiri, namun dengan dibungkus kedok-kedok kasih sayang dan alasan-alasan palsu. Di tingkat bawah, rakyat yang mereka pimpin pun akhirnya bersitegang dan beradu fisik, akhirnya meletuslah konflik antar massa. Dan di sini, yang menjadi korban rakyat yang tidak berdosa, seolah mereka adalah kayu bakar di atas tungku pembakaran yang harus selalu menyala dan membara. Di sana-sini, orang-orang gila ini harus bersedekap laksana badut, menyaksikan pembantaian umat manusia. Mereka ayik menonton rakyat yang saling membunuh satu sama lain. Jika tontonan mereka mulai agak lesu, mereka pun akan berteriak memberi semangat dan menghasut, “Kamu akan celaka bila musuhmu tidak kau celakai”, orang-orang gila ini menipu rakyat dengan cara yang sangat halus, hingga tak seorang pun sampai sekarang ini mampu membuka kedok penipuan, kecurangan dan makar mereka. Mereka mengkampanyekan apa yang mereka sebut-sebut dan dewakan sebagai ‘nasionalisme’, sebuah paham kebangsaan yang berkiblat pada kebanggan semu suku sendiri, sehingga melahirkan sikap mau menang sendiri dan selalu turut campur dalam urusan suku atau kelompok lain. Nasionalisme merupakan bencana terkeji bagi umat manusia dalam pertumpahan darah dan peperangan yang maha biadab. Nasionalisme dalam pemahaman sempit ini merupakan bentuk ke-aku-an kelompok yang mehalalkan kekejaman dan kesadisan. Dimana, satu kelompok mengklaim diri mereka lebih baik dibanding kelompok lain. Mereka harus menjadi yang pertama dan terdepan dalam soal-soal hidup, kemakmuran keduniaan dan kemajuan harta benda. Mereka tidak mempedulikan apakah umat lain bisa mencicipinya atau bahkan jika perlu tidak mengenyamnya sama sekali.
Ya, ke-aku-an terjadi ketika seseorang selalu ingin berkata, “aku duluan”. Dan nasionalisme disini adalah jika suatu kelompok ngotot mengatakan, “Kami duluan”. Inilah bibit dari segala konflik dan pertumpahan darah. Karena setiap kelompok berambisi untuk mencicipi lebih banyak kue kemakmuran duniawi. Maka, yang kuat pun mencaplok yang lemah, dan yang kuat inipun akan saling jotos dengan yang kuat pula. Terjadi benturan kepentingan, lalu lahirlah perpecahan dan peperangan.
Itulah Nasionalisme, yang sering dipuja manusia sebagai sistem terbaik yang harus mereka pilih dan terapkan dalam kehidupan. Namun, jika manusia sadar, pasti akan tahu, tidak ada yang membawa umat manusia kepada bencana kehancuran yang lebih buruk daripada nasionalisme sempit ini. Andaikata mau membuka mata hati, manusia akan tersadar, mereka sebenarnya mampu menggapai tingkat kesempurnaan hidup yang lebih tinggi jika saja mampu mencabut dari dirinya apa yang dinamakan sebagai ‘nasionalisme’ ini. Lalu sebagai gantinya, mereka bisa menanamkan semangat ‘persaudaraan semesta’ yang mendudukkan dunia sebagai satu tanah air, serta menganggap anak Adam lain sebagai layaknya anak Adam, apapun ras dan bangsanya. Dengan ideologi ini dan hanya dengan inilah, dunia akan terbebas dari kejahatan dan kebiadaban perang.
Tapi, apa kamu pikir orang-orang gila yang memimpin bangsa-bangsa di dunia ini akan begitu saja menerima dan melapangkan jalan bagi pengembangan semangat persaudaraan semesta ini? Bagaimana nasib jabatan dan kedudukan mereka sebagai pemimpin?

Sumber : “Izrail” by “Yusuf As Siba’i”

Izrail_2

 
Leave a comment

Posted by on 26 August 2008 in Mushaf-mushaf Dunia

 

Tags: ,

Resep Kue Perkawinan

kue
Bahan :
1 pria Sehat
1 wanita sehat
100% komitmen
2 pasang restu orang tua
1 botol kasih sayang murni

Bumbu :
1 balok besar humor
25 gr rekreasi
1 bungkus doa
2 sendok teh tlp2an
5 kali ibadah/hari
semuanya diaduk hingga merata dan mengembang

Tips:
– pilih pria/wanita yang benar-benar matang dan seimbang
– Jangan yang satu terlalu tua atau terlalu muda karena dapat mempengaruhi kelezatan (sebaiknya dibeli di toserba bernama tempat ibadah, walaupun agak jual mahal tapi mutunya terjamin)
– Jangan beli di pasar yang bernama diskotik atau party karena walaupun modelnya bagus dan harum baunya tapi kadang menipu konsumen atau kadang menggunakan zat pewarna yang bisa merusak kesehatan)
– Gunakan kasih sayang cap ‘Dakwah’ yang telah mendapatkan setifikat ISO dari Departemen kesehatan dan kerohanian.

Cara memasak :
– pria dan wanita di cuci bersih, buang semua masa lalunya sehingga tersisa niat yang murni
– Siapkan loyang yang telah diolesi dengan komitmen dan restu orang tua secara merata
– Masukkan niat yang murni ke dalam loyang dan panggang dengan api merata sekitar 30 menit di depan penghulu
– Biarkan di dalam loyang tadi dan sirami dengan bumbunya
– kue siap dinikmati

Catatan :
– Kue ini dapat dinikmati oleh pembuatnya seumur hidup dan paling enak dinikmati dalam keadaan hangat. Tapi kalau sudah agak dingin, tambahkan lagi humor segar secukupnya, rekreasi sesuai selera, serta beberapa potong doa kemudian dihangatkan lagi di oven bermerk tempat ibadah. Setelah mulai hangat jangan lupa tlp2an bila berjauhan dan sedikit bumbu penyedap rasa alami keromantisan.

Sumber : “ya Allah Aku tak ingin sendiri” “Burhan Sodiq”
buku

 
2 Comments

Posted by on 10 July 2008 in Mushaf-mushaf Dunia

 

Tags: , ,

Yoga, ritual setan menyembah Matahari

y1
Secara bahasa yoga bermakna menyatu, manunggal dengan kesadaran Tuhan atau kenyataan diri sendiri. Dengan kata lain yoga merupakan salah satu ritual yang mengantarkan seseorang pada kemanunggalan dirinya dengan sang pencipta.
Dalam prakteknya, yoga mirip dengan kegiatan olah raga/ olah tubuh dengan tujuan tertentu. Nama asli olah tubuh ini sendiri berasal dari bahasa sangsekerta yaitu sastanga suriyanama sakar yang artinya sujud kepada matahari dengan menggunakan anggota tubuh yang delapan. Dengan demkian, yoga bukanlah olahraga murni yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh maupun ketenangan batin, sebagaimana klaim para praktisinya. Secara esensi yoga lebih dekat pada salah satu bentuk ritual setan atau praktik ibadah yang ditujukan oleh pengikutnya kepada dewa matahari. Bentuk ritual ini merupakan praktik yang sudah berlangsung selama ribuan tahun yang lalu di India.
y2
Gerakan yoga yang bertumpu pada sepuluh gerakan. Salah satu bentuk gerakannya adalah gerakan menelungkup di atas tanah dengan keadaan memanjang hingga ke delapan anggota tubuh menyentuh tanah (dua tangan, hidung, dada, dua lutut, dan jari-jemari dua telapak kaki). Gerakan ini serupa dengan bentuk gerakan sujud kepada matahari dengan menggunakan anggota tubuh yang delapan.
y3
Jika kita amati, maka gerakan-gerakan yoga ini menyerupai gerakan apra dewa yang disembah oleh orang-orang India. -di dalam buku senam yoga untuk ibu hamil terdapat gerakan-gerakan seperti ini dimana gerakan-gerakan ini dijelaskan merupakan gerakan seperti gerakan dewa, jelaslah disini bahwa senam yoga memang merujuk gaya dan gerakan para dewa yang disembah oleh kaum pagan-. Dalam melakukan gerakan ini, mereka mengiringinya dengan lafadz-lafadz dan bacaaan tertentu yang beraroma mantra. Mereka melakukannya dengan irama teratur. Sebagian dari bait-bait mantra ini mengandung nama-nama matahari yang berjumlah 12. Dalam mengucapkan mantra-mantra (mereka menyebutnya afirmasi) terkadang mereka menambahinya dengan lafadz aum haraam, aum hariim, aum haruum, yang memiliki makna dalam bahasa syari’at : Allahumma / Ya Allah.
Ada sebagian praktisi yoga menggabungkannya dengan ilmu beladiri. Seperti Perguruan Olah Raga TEnaga DAlam CAKRA MURTI (PORTEDA CAKRA MURTI atau PCM) adalah sebuah perguruan olah raga bela diri yang berdasarkan pada tenaga dalam yang diperoleh dengan melakukan senam pernafasan yoga yang telah dimodifikasi. Para pengikut aliran ini meyakini bahwa tenaga dalam selain dapat digunakan sebagai bela diri, meningkatkan kesehatan, dapat juga dipakai untuk pengobatan/penyembuhan alternatif bagi diri sendiri maupun orang lain.
y4
Menurut para praktisi PCM, olah raga ini memiliki keunikan tersendiri yaitu simpul-simpul kekuatan yang berada di dalam tubuh astral/cakra -Bagi para praktisi yoga dikenal sebagai cakra yang merupakan bagian halus dari tubuh mereka. Keberhasilan seseorang belajar yoga dapat diukur dari terbukanya cakra-cakra yang terdapat pada tubuhnya. Di dalam tubuh manusia, cakra yang telah aktif berguna sebagai kendali, penggerak dan pemberi daya hidup kepada alat-alat organ tubuh manusia. Juga merupakan alat pusat energi psikis guna keseimbangan antara ke empat buah fungsi utamanya, yaitu : berfikir, merasakan, sentuhan dan intuisi. Berdasarkan ajaran yoga bahwa di dalam tubuh manusia terdapat tujuh cakra utama yang merupakan pusat energi psikis, antara lain: Cakra dasar (muladara cakra), cakra pusar (manipura cakra), cakra pankreas, cakra jantung, cakra tenggorokan (vishuda cakra), cakra mahkota (sahasaea cakra)- para anggotanya ternyata dapat dirangsang untuk diakifkan/dibuka cakranya oleh Guru Besar dalam tempo yang relatif singkat (kurang dari 5 menit). Dengan terbukanya cakra tersebut, selanjutnya pada anggotanya tinggal berlatih merasakan getaran, membangkitkan dan meningkatkan tenaga dalam, dan belajar menggunakan secara efektif melalui latihan rutin.
y5
Sebagian praktisi yoga berdalih bahwa mereka mengikuti kegiatan ini hanya semata untuk kesehatan dan kebugaran. Para praktisi PCM misalnya, merasakan bahwa dalam tempo 4 bulan saja mereka merasakan peningkatan kesehatan yang sangat signifikan. Dan bagi yang baru masuk, kondisi fisik dan kesehatannya memang baik dirasakan menjadi lebih fit. Mereka juga merasakan lebih aman dan percaya diri. Namun ada juga yang mengklaim telah dapat menggunakan tenaga dalamnya untuk mendeteksi kekuatan (getaran) jarak dekat dan jauh, mengirim kekuatan (transfer power) jarak dekat dan jauh, membuat diri kebal akan pukulan dan senjata tajam, pemecahan benda-benda keras, juga untuk menyerang dan bertahan dengan menggunakan tenaga dalam dan lain-lain.
y6
Perlu diketahui bahwa keberadaan yoga yang banyak dilakukan oleh masyarakat dan perkumpulan yoga hari ini sebenarnya bukan yoga yang murni olah tubuh. Yoga yang berkembang saat ini adalah yoga yang menggabungkan unsur ketenangan dan kesucian jiwa. Mereka yang melakukannya selalu mengiringinya dengan bacaan-bacaan khusus disertai dengan menghadirkan hati dan kekhusyu’an. memusatkan pikiran dan konsentrasi, atau melihat pada objek gambar tertentu. Setelah mereka melakukannya, biasanya mereka merasakan sensasi yang berbeda. Ada yang mengklaim bahwa mereka didatangi oleh mahkluk astral yang sesungguhnya itu adalah setan.
Waktu-waktu yang digunakan untuk melakukan kegiatan yoga ini adalah ketika terbit matahari dan terbenamnya. Kedua waktu tersebut merupakan kondisi dimana matahari berada di antara dua tanduk setan. Hendaknya seorang muslim menghindari waktu-waktu yang menjadi kebiasaan para praktisi yoga saat melakukan ritualnya. Bahkan untuk ibadah sholat sekalipun, Rasulullah melarang seseorang melakukan pada waktu-waktu tersebut.
Hal lain yang perlu diketahui adalah bahwa di saat seseorang melakukan gerakan-gerakan dewa ini, maka dengan mudah setan akan masuk ke dalam tubuhnya. Setan akan dengan cepat masuk ke dalam aliram darahnya ketika ia melakukan gerakan-gerakan ini. Salah seorang praktisi yoga yang diruqyah menceritakan bahwa di dalam dirinya terdapat pulihan ribu jin. Ketika ditanyakan kepada ustadz yang meruqyah dirinya, jin-jin tersebut masuk ke dalam tubuh saat melakukan gerakan-gerakan ritual itu.
Ajaran yoga yang mengajarkan pencapaian puncak spiritual tertinggi ini sangat rawan tersusupi ideologi wihdatul wujud, sebuah ideologi yang sudah divonis kafir oleh jumhur ulama. Dengan demikian, tingkat bahaya ajaran ini bukan semata gerakan-gerakan bid’ah, melainkan juga bisa menjerumuskan seseorang dalam kemusryikan yang mengeluarkan seseorang dari millah.

Sumber : “Kaki tangan DAJJAL mencengkeram Indonesia” ” Abu Fatiah Al-Adnani”
bukuD

 
11 Comments

Posted by on 9 July 2008 in Mushaf-mushaf Dunia

 

Tags: , ,